Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Elon Musk Dorong Karyawan Twitter Tidur di Kantor, Otoritas San Francisco Selidiki Pelanggarannya

Ama Farah
Terakhir diupdate: 8 Desember 2022 14:59 2:59 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 8 Desember 2022 14:59
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Department of Building Inspection di kota San Francisco, Amerika Serikat, melakukan penyelidikan dugaan pelanggaran fungsi bangunan menyusul laporan bahwa karyawan Twitter didorong untuk tidur di kantor guna menyelesaikan pekerjaan oleh pemilik baru perusahaan itu, Elon Musk.

Media Inggris BBC hari Kamis (8/12/2022) mengabarkan bahwa pihaknya menerima sejumlah foto ruangan kantor Twitter yang telah diubah menjadi kamar tidur.

Salah satu foto menunjukkan sebuah ruangan berisi dipan, lemari pakaian dan bahkan tersedia sandal japit.

Ada juga foto-foto yang menunjukkan sofa di kantor Twitter digunakan sebagai tempat tidur.

Ruang konferensi lain dilengkapi dengan jam alarm, dan sebuah gambar diletakkan di atas dipan yang telah dirapikan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Kelihatan seperti kamar hotel,” kata seorang bekas karyawan Twitter.

Sejumlah bekas karyawan mengatakan bos baru Twitter Elon Musk tinggal di kantor pusat itu sejak membeli perusahaan tersebut.

Bulan lalu, dia mengirimkan surat elektronik kepada seluruh staf Twitter mengatakan bahwa untuk bisa sukses mereka “akan perlu bekerja dengan sangat keras”.

Department of Building Inspection wilayah San Francisco mengkonfirmasi bahwa pihaknya sedang menyelidiki kemungkinan pelanggaran menyusul adanya laporan.

Musk mengatakan kota itu menyerang perusahaan-perusahaan karena menyediakan tempat tidur bagi “karyawannya yang kelelahan”.

Dalam tweet yang sekarang sudah dihapus, Musk menulis bahwa dia akan bekerja dan tidur di kantor sampai kondisi perusahaannya selesai diperbaiki.

Twitter tidak menanggapi permintaan komentar dari BBC.

Senator negara bagian California Scott Wiener, hari Rabu (7/12/2022), mengatakan kepada BBC, “Dia sekarang menyuruh mereka [para pekerja] tidur di Twitter.”

“Tampak jelas dia tidak terlalu peduli dengan anak buahnya. Dia tidak peduli dengan orang-orang yang bekerja untuknya.”

Kepada mitra BBC di Amerika Serikat CBS News seorang petugas inspeksi mengatakan, “Kami perlu memastikan gedung [kantor] itu digunakan sesuai fungsinya.”

Dalam laporannya majalah bisnis Forbes menyebut keberadaan kamar tidur itu merupakan perbaikan kondisi karena sebelumnya karyawan Twitter tidur di lantai atau kursi kantor.

Bloomberg melaporkan bahwa kantor pusat Twitter di San Francisco juga dipakai sebagai akomodasi bagi karyawan Tesla dan perusahaan lain milik Elon Musk yang bekerja atau melakukan rapat di sana.

Patrick Hannan dari Department of Building Inspection mengatakan kepada koran lokal San Francisco Chronicle bahwa pihaknya menyelidiki semua laporan yang masuk dan bahwa ada perbedaan aturan fungsi bangunan untuk tempat tinggal dan bisnis, meskipun hanya untuk penggunaan dalam jangka waktu singkat.

Menanggapi seorang jurnalis di Twitter perihal ini, Musk mengatakan sebaiknya pemerintah kota kerja memprioritaskan perlindungan anak dari penyalahgunaan obat opioid.

Pada Mei 2020 sebelum Musk mengambil alih Twitter, dia mengatakan nantinya karyawan boleh bekerja dari rumah apabila mau, karena kebijakan itu sukses diterapkan selama pandemi Covid-19.

Akan tetapi, bulan lalu Musk justru mengatakan bahwa tidak ada lagi sistem bekerja dari rumah atau dari jauh (remote working).*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatElon MuskkaryawanSan Franciscotidurtwitter
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Palestina Sekolah Anak-anak Palestina Terpaksa Belajar Tanpa Kelas Usai Sekolahnya Dihancurkan ‘Israel’
Tulisan selanjutnya Otoritas Nigeria: Ada Malware dalam Filter Bugil Invisible Challenge

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?