Hidayatullah.com– China menarik enam diplomat dari Inggris – termasuk satu diplomatnya yang paling senior di Inggris – dua bulan setelah terjadi aksi kekerasan di konsulat China di Manchester terhadap para demonstran.
Inggris meminta agar paling lambat akhir pekan ini para diplomat China yang terlibat menanggalkan hak imunitas diplomatiknya agar para detektif polisi bisa menanyai mereka perihal insiden bulan Oktober.
Menteri Luar Negeri James Cleverly mengungkapkan kekecewaannya karena tidak satu pun dari enam orang tersebut sekarang akan bisa diproses hukum.
Salah satu dari enam orang tersebut adalah Konsul Jenderal Zheng Xiyuan, yang membantah dirinya memukuli seorang pengunjuk rasa.
Aktivis prodemokrasi asal Hong Kong, Bob Chan, terluka setelah ditarik masuk ke dalam area konsulat dan dipukuli oleh sejumlah orang pada 16 Oktober.
Zheng, yang bertugas memimpin kantor diplomatik China di Manchester itu, membantah ikut menyerang Chan setelah dirinya teridentifikasi dari sejumlah foto dan rekaman video dan dituduh melakukan kekerasan oleh seorang anggota senior parlemen Inggris.
Namun kemudian, Zheng mengatakan kepada para reporter bahwa dia ketika itu berusaha melindungi kolega-koleganya, menambahkan bahwa Chan “mengusik negara saya, pemimpin saya. Saya pikir itu adalah tugas saya”.
Juru bicara Kedutaan China di London mengatakan pada hari Rabu (14/12/2022) bahwa Inggris gagal melindungi staf diplomatiknya, dan Zheng dipulangkan dalam “rotasi normal pejabat konsuler China” setelah menyelesaikan masa jabatannya.
Pejabat Inggris menjelaskan bahwa Kedutaan China sepenuhnya sadar bahwa jika para diplomat mereka tidak setuju untuk menjalani penyelidikan polisi, maka akan ada konsekuensinya seperti dinyatakan sebagai persona non grata dan diusir dari Inggris.
Sebaliknya, China justru memilih untuk menghindarinya dengan menarik pulang diplomatnya.
Cleverly mengatakan bahwa tindakan China yang menyingkirkan Zheng dan lima diplomat lainnya menunjukkan keseriusan Inggris dalam menanggapi masalah tersebut.
Masalah bermula ketika sejumlah orang memggelar demonstrasi di depan gedung Konsulat China di Manchester. Polisi kala itu mengatakan sekitar 40 pengunjuk rasa berkumpul di luar konsulat – kantor diplomatik yang lebih kecil dari kedutaan tetapi tidak bisa dimasuki dengan leluasa tanpa ada kepentingan.
Greater Manchester Police mengatakan bahwa ketika aksi protes sedang berlangsung sejumlah pria “keluar dari gedung konsulat dan menarik seorang pria pengunjuk rasa ke dalam area konsulat dan menghajarnya”.
“Disebabkan ketakutan kami akan keselamatan pria itu, petugas kemudian turun tangan dan menarik korban keluar dari halaman konsulat,” kata sebuah pernyataan kepolisian di Manchester.
Zheng diidentifikasi sebagai salah satu pelaku pemukulan berdasarkan foto dan rekaman video dari lokasi kejadian.*