Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Gelandangan Bermalam Natal di Balai Kota, Tunawisma di London Jadi Sorotan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 26 Desember 2019 19:08 7:08 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 26 Desember 2019 19:08
Bagikan
Perayaan Natal untuk gelandangan pertama yang pernah digelar di Balai Kota London, Wali Kota Khan menyediakan hidangan salmon asap, daging kalkun panggang dan kue tart pear, serta memberikan fasilitas hiburan karaoke.
Bagikan

Hidayatullah.com–Seratus orang gelandangan bermalam Natal di Balai Kota London, di mana Wali Kota Sadiq Khan mengatakan bahwa masyarakat telah mengecewakan kaum tunawisma.

Dalam acara itu, perayaan Natal untuk gelandangan pertama yang pernah digelar di Balai Kota London, Wali Kota Khan menyediakan hidangan salmon asap, daging kalkun panggang dan kue tart pear, serta memberikan fasilitas hiburan karaoke. Di tengah-tengah acara para tunawisma saling berbagi pengalaman dan cerita tentang kesulitan mereka mendapatkan pelayanan publik, bahaya narkoba di depan mata, serta kesempatan berjudi, di jalanan.

“Anda terpaksa berteriak minta tolong dan kalau Anda tidak melakukannya maka bantuan tidak akan datang,” kata Scott, pria berusia 45 tahun yang pernah setahun tidur menggelandang di taman, seperti dikutip The Guardian Selasa (24/12/2019).

“Anda harus berjuang mati-matian untuk mendapatkan hak Anda.”

Namun sekarang, dia memiliki flat sendiri, setelah dibantu oleh organisasi amal St.Mungo’s. “Saya beruntung,” ujarnya. “Kebanyakan orang butuh sekitar empat tahun, itu juga kalau dapat. Kita sudah pasti membutuhkan tambahan pembangunan perumahan sosial. Mereka (pemerintah) ingin memindahkan Anda dari penginapan-penginapan tetapi mereka tidak bisa (karena tak ada cukup tempat).” Di Inggris perumahan sosial adalah rumah sewa murah yang dikelola oleh pemerintah dan dapat diperoleh oleh setiap warga yang memenuhi syarat.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Seorang wanita berusia 30 tahun bernama Cherelle menceritakan pengalamannya diusir dari rumah kontrakannya karena menunggak pembayaran sewa, sedangkan dia sedang direhabilitasi. Dia terpaksa tinggal di sebuah lemari di sebuah kawasan perumahan sebelum akhirnya diusir.

“Tak ada jaring keselamatan, menderita gangguan jiwa dan kecanduan obat-obatan, kondisi itu seperti pedang bermata dua. Anda selalu hidup kesusahan, Anda harus terpuruk di tempat paling bawah dulu baru orang akan datang mengulurkan bantuan kepada Anda, dan bukannya dibantu sebelum Anda jatuh di titik terbawah.”

Cherelle sekarang tinggal di sebuah pusat akomodasi yang dikelola St. Mungo’s, bersama dengan banyak orang lain –yang hadir di acara itu– sekarang dia tidak lagi tidur menggelandang.

Sayangnya, tidak sedikit dari para tunawisma yang harus ke pergi daerah lain sekedar untuk mendapatkan tempat untuk bernaung.

Hampir 9.000 orang terpantau oleh sukarelawan bantuan tidur menggelandang di London tahun lalu. Jumlah itu naik lebih dari dua kali lipat dari tahun 2010-2011, menurut data kantor wali kota.

Kurun satu dekade terakhir, jumlah tunawisma juga naik lebih dari dua kali lipat di wilayah England dan Wales, dan sekarang menjadi kekhawatiran publik.

Gereja, perpustakaan, dan bangunan-bangunan lain di Bradford, Newcastle, Tyne, Derry dan lainnya hari Selasa (24/12/2019) membuka pintu untuk menyajikan hidangan malam Natal untuk para tunawisma.

Di tepi sungai Thames di Balai Kota, sementara orang menyaksikan tayangan film Elf dan bermain Jenga, Wali Kota Sadiq Khan menyeru Perdana Menteri Boris Johnson agar bekerja sama dengannya mengatasi masalah tunawisma.

Khan mengatakan dia merayu dewan-dewan kota agar memberikan tempat bernaung kepada semua gelandangan ketika suhu udara mencapai titik nol di berbagai daerah di wilayah London.

Downing Street (kantor PM Inggris) sudah mengumumkan tambahan dana £63 juta untuk membantu masalah tunawisma, tetapi Partai Buruh mengkritik jumlah itu terlalu sedikit dan terlambat.

Khan menyalahkan kurangnya perumahan sosial, pasar sewa rumah swasta yang tidak sesuai peruntukan, serta pemangkasan anggaran sosial dan sistem kredit universal yang kacau-balau sebagai penyebab munculnya masalah tunawisma.

“Saya mengucapkan selamat Natal kepada Boris Johnson, selamat atas kemenangan dalam pemilu kemarin, tetapi saya juga ingin mengajak mari kita selesaikan masalah ini bersama,” kata Sadiq Khan, wali kota pertama London yang berasal dari etnis minoritas dan berlatar belakang Muslim. “Menurut saya kita dinilai sebagai masyarakat dari bagaimana kita memperlakukan orang yang paling rentan (tak berdaya) dan kita (sekarang ini) mengecewakan mereka,” imbuh politisi dari Partai Buruh itu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:LondonnatalTunawisma
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tolak Reformasi Pensiun, Balerina Prancis Gelar Pertunjukan Gratis
Tulisan selanjutnya Di Malaysia Narkoba Dijual dalam Bentuk Es Batu

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Berita
30 Mei 2026 10:11
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?