Hidayatullah.com — Badai salju besar yang menerjang New York, Amerika Serikat membuat petugas darurat bekerja keras untuk menyelamatkan para warganya yang terkubur dan terjebak di mobil dan rumah mereka pada Selasa (27/12).
Badai yang disebut-sebut sebagai “badai salju abad ini”, telah berlangsung tanpa henti dan menewaskan sedikitnya 25 orang di New York. Selain itu, penumpukan salju akibat badai menyebabkan kekacauan perjalanan selama libur Natal.
Kondisi badai salju yang terus terjadi di beberapa bagian timur laut Amerika turut menyebabkan pemadaman listrik luas, penundaan perjalanan dan menewaskan 47 orang di sembilan negara bagian.
Pihak berwenang di Buffalo, New York bahkan menggambarkan keadaan mengerikan. Mayat-mayat ditemukan di dalam mobil dan di bawah gundukan salju. Para petugas darurat harus mendatangi “mobil ke mobil” untuk mencari dan menemukan orang – hidup atau mati.
Badai sempurna dari badai salju yang ganas, angin menderu dan suhu di bawah nol memaksa pembatalan lebih dari 15.000 penerbangan Amerika dalam beberapa hari terakhir, termasuk setidaknya 2.600 pada hari Senin, menurut situs pelacakan Flightaware.com.
“Tentu saja, ini adalah badai salju abad ini,” kata Gubernur Kathy Hochul kepada wartawan, menambahkan “terlalu dini untuk mengatakan ini sudah selesai.”
Hochul mengatakan beberapa kota di New York bagian barat dilanda “salju setinggi 30 hingga 40 inci (0,75 hingga 1 meter) dalam semalam.”
‘Memilukan’
Anggota Garda Nasional dan petugas darurat lain telah menyelamatkan ratusan orang dari mobil yang terkubur salju dan rumah tanpa listrik. Meskipun begitu, pihak berwenang mengatakan masih banyak korban yang terjebak.
Sheriff Erie County John Garcia menyebut badai itu “yang terburuk” yang pernah dia lihat, dengan jarak pandang nol dan pihak berwenang tidak dapat menanggapi panggilan darurat.
“Sangat memilukan ketika Anda mendapat telepon di mana keluarga bersama anak-anak mereka, dan mereka mengatakan mereka kedinginan,” katanya kepada CNN.
Hochul, penduduk asli Buffalo, mengatakan dia terkejut dengan apa yang dilihatnya selama peninjauan keliling kota.
“Ini (seperti) pergi ke zona perang, dan kendaraan di sepanjang sisi jalan mengejutkan,” kata Hochul, menggambarkan timbunan setinggi delapan kaki (2,4 meter) di atas rumah serta bajak salju dan kendaraan penyelamat “terkubur “di salju.
“Ini adalah perang dengan alam,” katanya lansir TRT World.
Cuaca ekstrem membuat suhu di bawah titik beku di 48 negara bagian AS yang berdekatan selama akhir pekan, termasuk di komunitas Texas di sepanjang perbatasan Meksiko di mana beberapa migran yang baru tiba berjuang untuk menemukan tempat berlindung.*
Zaman Revolusi Media | Media lemah, da’wah lemah, ummat ikut lemah. Media kuat, da’wah kuat dan ummat ikut kuat
Langkah Nyata | Waqafkan sebagian harta kita untuk media, demi menjernihkan akal dan hati manusia
Yuk Ikut.. Waqaf Dakwah Media
Rekening Waqaf Media Hidayatullah:
BCA 128072.0000 Yayasan Baitul Maal Hidayatullah
BSI (Kode 451) 717.8181.879 Dompet Dakwah Media