Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tahu Berbahaya Warga Kamerun Borong Whisky Kantongan Sebelum Dilarang

Ama Farah
Terakhir diupdate: 27 Desember 2022 19:06 7:06 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 27 Desember 2022 19:06
Bagikan
Minuman beralkohol dalam bungkusan plastik.
Bagikan

Hidayatullah.com– Delapan tahun setelah memulai pelarangan penjualan whisky buatan lokal dalam kemasan kantong plastik, pemerintah Kamerun akhirnya menerapkan larangan menyeluruh di penjuru negeri mulai 31 Desember 2022.

Whisky itu telah diuji dan ternyata berbahaya bagi kesehatan manusia, tetapi orang Kamerun masih menyimpannya untuk persediaan.

“Saya tidak mampu pergi ke bar dan membayar 650 Franc CFA (sekitar €1) untuk sekali minum. Jadi, saya lebih suka membeli “whisky-sachet” yang akan membuat saya mabuk dengan uang sedikit,” kata Ismaël kepada RFI (27/12/2022).

Whisky dalam kemasan kantong plastik kecil itu mengandung 43 persen alkohol.

Dengan harga 100 hingga 150 Franc CFA (15 hingga 23 sen euro), wiski produksi lokal yang dijual dalam kantong plastik jauh lebih terjangkau daripada yang dikemas dalam botol.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Kami tahu itu berbahaya bagi kesehatan,” kata Ebeneze Massing, “Toh kita semua pasti mati suatu hari nanti.”

“Jika saya meminumnya, saya akan mati. Jika saya tidak meminumnya, saya tetap akan mati. Jadi, saya lebih suka minum whisky dan mati nanti.”

Alphonse Ayissi Abena, kepala Cameroonian Consumers Federation (FOCACO), berkampanye menentang whisky kantong plastik.

“Whisky ini mematikan. Kami berusaha membuat para pria mengerti betapa berbahayanya minuman itu bagi kesehatan mereka,” katanya.

Abena menambahkan, sudah saatnya pemerintah bersikap tegas dan mengeluarkan semua produk tersebut dari rak pedagang.

Alex, seorang pengecer, mengatakan kepada RFI bahwa penjualan whisky kantong plastiknya melonjak beberapa hari sebelum larangan diberlakukan.

“Saya pasti sudah menjual dua sampai tiga kotak hanya dalam dua hari. Selama perayaan akhir tahun, orang miskin akan minum “whisky-sachet”. Dan banyak orang memborong sebelum larangan itu berlaku”.

Pemerintah Kamerun pertama kali memutuskan untuk melarangnya pada September 2014, tetapi kemudian ditunda hingga September 2016 agar produsen dan penjualnya dapat menghabiskan stok. Namun, karena aturan tidak ditegakkan, minuman keras murahan itu terus merajalela.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:alkoholKamerunkantong plastikMinuman keraswhisky
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya badai salju amerika Badai Salju Terjang Amerika, Puluhan Orang Tewas Terkubur
Tulisan selanjutnya Wapres Ma’ruf Amin: Rumah Ibadah Perlu Aturan Syarat Pendirian

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’

Berita
29 Agustus 2026 19:05
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU
Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?