Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Bingung Apa Maunya Taliban, PBB Tangguhkan Sejumlah Program di Afghanistan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 30 Desember 2022 16:41 4:41 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 29 Desember 2022 20:16
Bagikan
Penduduk Kabul bergegas pulang setelah berita tentang Taliban telah mendekati ibu kota. FOTO EPA
Bagikan

Hidayatullah.com– Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan bahwa sejumlah program di Afghanistan dihentikan sementara dan memperingatkan banyak kegiatan lain kemungkinan juga akan dihentikan, karena Taliban melarang pekerja bantuan wanita.

“Melarang perempuan dari pekerjaan kemanusiaan memiliki konsekuensi langsung yang mengancam jiwa warga Afghanistan. Beberapa program yang bersifat kritis-waktu harus dihentikan sementara karena kekurangan staf perempuan,” bunyi pernyataan bersama yang dibuat oleh kepala bantuan PBB Martin Griffiths, kepala-kepala badan di bawah PBB dan beberapa organisasi bantuan, yang dirilis hari Rabu (28/12/2022).

“… Kami memperkirakan bahwa banyak kegiatan perlu dihentikan sementara, karena kami tidak dapat memberikan bantuan kemanusiaan tanpa adanya pekerja bantuan perempuan,” imbuh pernyataan itu seperti dilansir The Guardian.

Langkah itu diambil ketika menteri-menteri luar negeri dari 12 negara dan Uni Eropa, termasuk Amerika Serikat dan Inggris, mendesak pemerintah Afghanistan pimpinan Taliban untuk membatalkan keputusannya yang melarang pegawai perempuan berkiprah di kelompok-kelompok bantuan.

Hampir semua LSM dan organisasi bantuan besar yang beroperasi di Afghanistan telah menangguhkan hampir semua kegiatannya, sementara pembicaraan terus digencarkan guna membujuk Taliban untuk membatalkan atau mengklarifikasi keputusan mereka.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Puluhan ribu orang Afghanistan pekerja bantuan – banyak dari mereka adalah pencari nafkah utama bagi rumah tangga – sudah diminta untuk tetap di rumah selama penangguhan.

PBB dan organisasi-organisasi amal mengatakan bahwa menurut kebiasaan atau tradisi Afghanistan mereka tidak dapat memberikan pelayanan vital bagi kaum perempuan – seperti kesehatan dan pengobatan – tanpa adanya staf atau dokter wanita.

Ironisnya, Taliban melarang kaum perempuan bekerja di luar rumah dan belajar di sekolah dengan alasan kegiatan itu tidak sesuai dengan tradisi dan budaya masyarakat Afghanistan.

Namun, sepertinya tidak semua kementerian di dalam pemerintahan Taliban mendukung larangan wanita bekerja di LSM.

Ramiz Alakbarov, koordinator senior program kemanusiaan PBB di Afghanistan, mengklaim Kementerian Kesehatan sudah bersedia untuk melanjutkan aktivitas kemanusiaan PBB dan staf wanita bisa melapor untuk bekerja.

Kementerian lain juga sudah mengontak PBB dan mengatakan bahwa kerja di daerah-daerah terdampak bencana harus dilanjutkan, imbuh Alakbarov. Namun, lagi-lagi tidak ada ketidakjelasan tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam praktiknya.

Samira Sayed Rahman, seorang jubir International Rescue Committee, mengatakan kepada Guardian dari Kabul bahwa di masa lalu masalah yang timbul antara organisasi bantuan dan Taliban sering terjadi di pos-pos pemeriksaan, yaitu lebih pada soal mahram (pendamping laki-laki) daripada soal hijab yang dipakai pekerja wanita. Namun, sekarang justru masalah hijab yang diangkat oleh Taliban untuk melarang pekerja perempuan beraktivitas di LSM.

“Bantuan mencegah kelaparan musim dingin lalu. Ada 28 juta orang yang sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan, tetapi otoritas de facto (Taliban, red) membuat keputusan bahwa perempuan tidak dapat bekerja di LSM nasional maupun internasional,” kata Rahman.

“Di lapangan mustahil untuk melanjutkan pekerjaan kami tanpa staf wanita. Ini masyarakat yang konservatif dan kami membutuhkan pekerja wanita untuk menjangkau kaum perempuan. Ini negeri di mana laki-laki dan perempuan tidak berinteraksi di tempat umum. Kami tidak akan dapat menjangkau separuh dari Afghanistan,” paparnya.

“Dampak buruknya bukan sekedar soal bantuan, tetapi juga kehilangan mata pencaharian. Kami berharap otoritas de facto memahami implikasi dari keputusan ini,” imbuhnya.

Selain melarang perempuan bekerja di LSM, Taliban juga menangguhkan aktivitas belajar bagi perempuan di perguruan tinggi dan sekolah menengah.

Shahabuddin Delawar, tokoh Taliban yang bertindak sebagai menteri urusan pertambangan dan perminyakan, mengatakan bahwa sebelum bulan April tahun depan akan dibuat keputusan perihal pembukaan sekolah dan universitas bagi perempuan, yang sejalan dengan syariah maupun “budaya Afghanistan”.

Kepada stasiun televisi TOLOnews TV dia mengatakan bahwa keputusan yang dibuat pemimpin Taliban, Haibatullah Akhundzada, perihal penutupan sekolah dan perguruan tinggi bagi perempuan kemungkinan bersifat sementara.

Ketika mengambil alih kekuasaan menyusul penarikan mundur pasukan Amerika Serikat dan NATO tahun lalu, Taliban berjanji akan berlaku adil kepada rakyat Afghanistan baik laki-laki maupun perempuan.*


Zaman Revolusi Media | Media lemah, da’wah lemah, ummat ikut lemah. Media kuat, da’wah kuat dan ummat ikut kuat
Langkah Nyata | Waqafkan sebagian harta kita untuk media, demi menjernihkan akal dan hati manusia
Yuk Ikut.. Waqaf Dakwah Media
Rekening Waqaf Media Hidayatullah:
BCA 128072.0000 Yayasan Baitul Maal Hidayatullah
BSI (Kode 451) 717.8181.879 Dompet Dakwah Media

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AfghanistanLSMPBBperempuanprogram bantuanTalibanwanita
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ijtihad sebagai Solusi Persoalan Umat
Tulisan selanjutnya Gara-gara Paylater, Makin Banyak Gen Z Terlilit Utang yang Membengkak

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Berita
14 Juli 2026 14:52
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?