Hidayatullah.com—Mantan Presiden Turki Abdullah Gul menekankan perlunya membangun sebuah pendekatan baru dalam kebijakan luar negeri negaranya dengan memperhatikan baik perkembangan masa kini maupun historis bidang politik.
“Sebuah pendekatan baru dalam kebijakan luar negeri harus dibangun, yang akan memperhatikan baik relitas sejarah yang telah dilalui negara ini dan lingkungan politik saat ini,” kata presiden kesebelas Turki itu dalam milad ke-30 tahun Unity Foundation di Istanbul hari Ahad (27/12/2015) seperti dikutip Hurriyet.
Gul mencatat Turki memiliki beberapa masalah dan satu yang paling penting adalah isu Kurdi.
“Sudah banyak yang dilakukan untuk memecahkan masalah ini,” kata Gul, seraya menambahkan bahwa serangan teranyar yang dilancarkan oleh militan Partai Pekerja Kurdi (PKK) telah memanaskan isu itu.
Lebih lanjut Gul berkata, “Saya yakin dengan pengalaman yang dimiliki teman-teman saya,” merujuk para anggota parlemen dari AKP, partai yang didirikannya bersama Recep Tayyip Erdogan.
“Kami telah melalui banyak hal. Kami telah diuji berulang kali. Kami melawan serangan-serangan dan masalah-masalah yang ada di hadapan kita. Jelas sekali bagaimana Turki telah berubah selama 15 tahun terkahir,” kata Gul, berbicara atas nama partainya.
Gul mengenang bagaimana Ketua Parlemen Ismail Karahman membimbingnya antara tahun 1960-an dan 1970-an saat dirinya mash menjadi ketua Persatuan Mahasiswa Nasional Turki (MTTB).
“Ketua Parlemen Ismail Karahman, yang juga pendiri Unity Foundation dan mantan ketua Persatuan Mahasiswa Nasional Turki tokoh panutan uang menunjukkn kemajuan partai,” imbuh Gul.*