Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kabar dari Suriah

Aljazeera: Kemana Perginya Bantuan Suriah?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 27 Februari 2013 08:46 8:46 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 Februari 2013 08:46
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Masyarakat dunia telah merespon panggilan bantuan untuk rakyat Suriah dengan menjanjikan sejumlah besar uang. Mungkin jutaan dolar bantuan tersebut bisa membantu negara ini. Namun kenyataannya tidak karena peluang bantuan-bantuan itu sampai di tangan mereka yang membutuhkan sangatlah tipis. Demikian sebuah ulasan Aljazeera.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyalurkan semua bantuannya melalui pemerintah Damaskus dan mitra utamanya Bulan Sabit Merah Arab Suriah (SARC) yang terutama beroperasi di wilayah yang dikuasai pemerintah. Jaringan kampanye global bernama Avaaz yang membantu para aktivis oposisi di Suriah menyebut distribusi bantuan tersebut sebagai “sedekah gila dan tidak bermoral”.

Para pekerja kemanusiaan di Damaskus mengatakan, meski sejumlah bantuan sudah dialokasi untuk daerah sengketa di luar kota, seringkali tentara-tentara pemerintah menguasai bantuan itu sampai akhirnya tidak terlihat lagi keberadaannya.

Di dalam situsnya, SARC mendata bantuan-bantuan yang sudah didistribusikan ke Aleppo. Semuanya dipegang oleh rezim Suriah. Jamal, seorang mantan pegawai SARC yang ikut membelot dengan para pejuang dan kini melakukan sendiri pengiriman bantuan dari Turki ke provinsi Idlib, menghubungi rekannya dengan putus asa untuk permohonan bantuan pada musim panas lalu.

Ia mengatakan, beberapa dari mereka yang masih bekerja di kantor SARC di Idlib mengisi truk-truk mereka dan menuju ke garis depan. Di sana, mereka memberitahu para tentara yang berjaga di pos pemeriksaan kalau mereka mau mengirimkan sesuatu untuk pemerintah.
Lepas dari pengawasan para tentara, mereka memutar arah ke wilayah para pejuang dan memberikan bantuan kepada mereka yang tinggal di sisi lain lokasi pertempuran. PBB tengah berupaya mencari peluang untuk membawa bantuan ke negara itu melalui perbatasan yang lain namun masih perlu dikonsultasikan lagi.

Baca Juga

muslim spanyol
Muslim di Spanyol Ungkap Bahwa Setiap Jumat Seorang Warga Menjadi Mualaf
Pemimpin Rezim Suriah, Bashar Assad dan Istrinya Positif Covid-19
Rezim Assad Suriah Telah Menyiksa 98 Orang Sampai Mati dalam 2 Tahun Terakhir
PBB Prihatin Meningkatnya Kekerasan di Idlib Suriah setelah Serangan Rezim
Pakistan Kirim Bantuan Medis Terbesar Sejak Mewabahnya Covid-19

Bagi mereka yang tinggal di daerah-daerah para pejuang, kabar bantuan dari Kuwait akan memberikan sedikit perubahan terhadap perjuangan hidup mereka sehari-hari. Namun tetap saja itu tidak dapat membantu Ahmad yang melarikan anak perempuannya dari kota Maarat al-Numan yang dibombardir dengan membawa barang-barang seadanya. Mereka kini tinggal di dalam gua di sebuah pegunungan bersalju di Jabal Zawiya. Mereka tidak memiliki apa pun untuk menghangatkan tubuh, kecuali beberapa ranting yang mereka kumpulkan untuk membuat api. Setiap harinya, tubuh mereka semakin kurus.

Dana bantuan sebesar US$1,5 miliar pun tidak mungkin dapat menjangkau para dokter, seperti Hani Marouf yang mencoba mengobati ribuan pasien di Idlib dengan kondisi obat-obatan dan peralatan medis yang hampir tidak ada. Karena kondisi yang serba terbatas, dokter ini mencoba menyelamatkan nyawa bayi yang baru berusia 20 hari dengan perlengkapan medis khusus orang dewasa. Sehari setelah bayi bernama Moutassim Billah itu tewas di lantai ruang tamu dokter, neneknya menjadi korban serangan udara.

Sementara lahan-lahan pemakaman terus bertambah, stok bantuan tidak mengalami perkembangan. Ibunda Marouf Muhammad telah membawa anaknya untuk bertemu dengan seorang dokter. Ia menderita infeksi tenggorokan. Keluhan ini sebenarnya bisa cepat diobati namun dokter mengatakan kehabisan stok obat-obatan pediatrik sejak musim panas lalu.

Hanya sedikit makanan, obat-obatan dan bahan bakar yang sampai kepada komunitas yang jumlahnya terus bertambah lantaran semakin banyak orang berdatangan mencari tempat berlindung dari segala serangan. Satu hal yang benar-benar dapat membantu mereka adalah menghentikan semua bombardir dan serangan udara yang dilancarkan oleh rezim penguasa. Sehingga mereka mendapatkan perawatan yang layak.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Banyak Produk di Sumbar Belum Bersertifikat Halal
Tulisan selanjutnya Makam Khay Pejabat Ramses II Ditemukan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Berita
4 Juni 2026 10:00
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Kabar dari Suriah

Krisis Roti di Provinsi di Bawah Kontrol Rezim Assad di Suriah sedang Berkembang

20 Oktober 2020 21:40
Kabar dari Suriah

Rezim Assad Berada di Balik Protes terhadap Turki di Idlib Suriah, Sumber Keamanan Mengatakan

12 Oktober 2020 10:15
Kabar dari Suriah

Serangan Bom Truk di Al-Bab Suriah Menewaskan Sedikitnya 18 orang

7 Oktober 2020 11:05
Kabar dari Suriah

Rami Makhlouf: Penipuan Terbesar di Timur Tengah terjadi di Suriah

30 September 2020 19:15
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?