Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kabar dari Suriah

Janin 8 Bulan Tewas karena Peluru Sniper Assad Menembus Otaknya

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 22 Oktober 2013 05:33 5:33 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 22 Oktober 2013 05:33
Bagikan
Berita yang menampilkan foto rontgen janin yang tewas dengan peluru bersarang di otaknya akibat tembakan tentara Assad.
Bagikan

Hidayatullah.com | Sahabatsuriah.com–Para snipers rezim Bashar al-Assad dengan sengaja mentarget dan menembaki wanita-wanita hamil di Suriah untuk membunuh janin-janin mereka, demikian dilaporkan seorang dokter Inggris.

 

Dr David Nott yang baru saja bertugas di sebuah rumah sakit yang dirahasiakan lokasinya, menggambarkan betapa setiap hari para snipers mentarget bagian tubuh tertentu warga sipil yang setiap harus berlari dari satu lokasi ke lokasi lain demi membeli makanan dan kebutuhan hidup. Di satu hari tertentu, mereka mentarget daerah kelamin. Hari berikutnya mereka mentarget leher, dan hari berikutnya dada, demikian Nott kepada harian The Times yang berbasis di London.

“Dari pasien pertama yang datang di pagi hari, saya sampai bisa menebak, (korban dengan luka) seperti apa yang akan saya temui sepanjang hari. (Buat para snipers), semua ini semua seperti game. Kami dengar mereka akan dapat hadiah rokok kalau bisa menjatuhkan sekian korban.”

Dalam satu hari, misalnya, lebih dari enam orang wanita hamil jadi korban tembakan snipers. Hari berikutnya, dua orang. Wanita-wanita ini selamat tapi bayi mereka meninggal, termasuk di antaranya salah satu janin yang didapati dengan peluru di otaknya.

Baca Juga

muslim spanyol
Muslim di Spanyol Ungkap Bahwa Setiap Jumat Seorang Warga Menjadi Mualaf
Pemimpin Rezim Suriah, Bashar Assad dan Istrinya Positif Covid-19
Rezim Assad Suriah Telah Menyiksa 98 Orang Sampai Mati dalam 2 Tahun Terakhir
PBB Prihatin Meningkatnya Kekerasan di Idlib Suriah setelah Serangan Rezim
Pakistan Kirim Bantuan Medis Terbesar Sejak Mewabahnya Covid-19

“Wanita-wanita itu tertembak di bagian rahim, jadi pastilah memang (bagian tubuh) itu yang ditarget. Ini disengaja. Ini sudah lebih dari neraka.”

Nott, seorang dokter yang sudah pernah menjadi relawan di Bosnia, Libya, Chad, Sudah dan Congo, baru saja kembali dari Suriah. Dia menggambarkan negeri Syam ini sebagai kawasan perang yang paling mengerikan, di mana warga sipil dan terutama wanita hamil dengan sengaja ditarget dan dikorbankan.

 “Lebih dari 90 persen pasien saya adalah warga sipil,” kata Nott.

 

Teror

Penjelasan Dr Nott sejalan dengan penjelasan seorang dokter Muslim yang ditemui Sahabat Suriah ketika mengantarkan bantuan musim dingin ke Aleppo pada Februari lalu. Dr Abu Nur menjelaskan bahwa para snipers Assad sengaja melakukan game yang sangat kejam itu demi menteror warga Aleppo.

 “Kalau ada ayah dan ibu menggandeng anaknya di tengah mereka, karena ingin melindungi anak mereka, maka snipers akan sengaja menembak si anak. Kalau si ibu atau si bapak berusaha menolong si anak maka ganti mereka  yang ditembaki. Ini teror,” demikian Dr Abu Nur.

Sering kali terjadi, para korban tidak bisa diambil dan akhirnya terpaksa ditinggal di jalan-jalan sampai jenazah mereka rusak. Tetapi ada pula diketahui warga tentang seorang mujahid yang syahid (Insya Allah) karena ditembak sniper dan jenazahnya tidak bisa diambil sampai berminggu-minggu. Ketika akhirnya berhasil dievakuasi, ditemukan jenazahnya masih cukup baik dan menguarkan bau harum.

Sahabat Suriah sudah pernah memberitakan kekejaman para snipers Assad ini beberapa kali, termasuk ketika seorang wanita yang habis diperkosa lalu dilemparkan ke jalan dan ditembak. Empat orang mujahidin yang berusaha menolong wanita itu ikut syahid bersama si wanita itu karena tembakan para snipers Assad.

Ancaman terhadap Para Dokter

 

Dr Nott menggambarkan kondisi parah di rumah-rumah sakit Suriah karena tidak adanya perlengkapan dan peralatan medis yang bahkan paling mendasar. Para dokter setempat juga terpaksa bekerja di bawah ancaman kekerasan rezim, dan sejumlah dokter menderita depresi namun tidak mau meninggalkan pos mereka.

 “Saya lihat tidak ada, atau sedikit saja, bantuan asing yang datang ke tempat-tempat yang justru sangat membutuhkan,” demikian Dr Nott.

Selama lebih dari 2,5 tahun revolusi yang meletus pada Maret 2011, rezim Bashar al-Assad sudah membantai sedikitnya 120 ribu warga Suriah, terutama kaum Muslimin. Puluhan ribu masih dipenjara di berbagai instalasi militer dan disiksa; setiap hari selalu ada berita tentang warga yang tewas karena disiksa oleh pasukan Assad.

Sementara itu, jumlah wanita yang diperkosa di penjara-penjara juga tidak terhitung. *

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bashar assadMuslimsuriah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kritisi Paham Liberal dalam Tafsirkan teks Hadits, Zahrul Fata Lulus Doktor
Tulisan selanjutnya Libya Ubah Bekas Rumah Qadhafy jadi Lapangan Parkir

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Berita
31 Mei 2026 01:20
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Terbaru

  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Mungkin Anda Juga Suka

Kabar dari Suriah

Krisis Roti di Provinsi di Bawah Kontrol Rezim Assad di Suriah sedang Berkembang

20 Oktober 2020 21:40
Kabar dari Suriah

Rezim Assad Berada di Balik Protes terhadap Turki di Idlib Suriah, Sumber Keamanan Mengatakan

12 Oktober 2020 10:15
Kabar dari Suriah

Serangan Bom Truk di Al-Bab Suriah Menewaskan Sedikitnya 18 orang

7 Oktober 2020 11:05
Kabar dari Suriah

Rami Makhlouf: Penipuan Terbesar di Timur Tengah terjadi di Suriah

30 September 2020 19:15
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?