Hidayatullah.com–Memasuki hari kedua belas, penyerangan brutal oleh Rezim Bashar Al-Assad terhadap masyarakat Kota Aleppo tidak kunjung reda.
Setelah berhasil memporak-porandakan kawasan timur, kini giliran desa-desa di kawasan barat mereka libas. Pesawat tempur mereka menghujani pemukiman penduduk.
Menanggapi serangan tersebut. Para pejuang pembebasan dari beberapa fraksi di Kota Aleppo merapatkan barisan membentuk kesatuan Jaisyul Fathi.
Informasi yang dikumpulkan Allazeera, Senin (02/05/2016), dua fraksi besar pejuang pembebasan di kota itu, Jabha al Nusrah dan Aharar al Syam segera membentuk kesatuan bersama yang diberi nama Jaisyul Fathi (Tentara Penakluk).
Sebelumnya, kesatuan ini telah dibentuk di Damaskus dan Ghoutah Timur.
Laporan satuan tugas kedaruratan warga Syria Civil Defence, yang dikenal secara internasional bertugas menolong korban-korban serangan militer yang sudah berlangsung selama lebih dari lima tahun, sejak Kamis, 21 April 2016 lalu, pesawat-pesawat tempur rezim Suriah yang dikendalikan oleh Bashar Al-Asad didukung oleh Iran dan Rusia, melakukan lebih dari 260 serangan udara, 110 artileri, 18 peluru kendali, 68 bom, membantai lebih dari 200 warga, serta lukai ratusan lainnya.
Menurut Kantor Berita Asy-Syarqul Awsath, akibat gempuran dan agresi militer itu, untuk pertama kalinya dalam kurun lebih dari 1 milenium (1000 tahun), masjid-masjid Aleppo tidak melakukan shalat Jum’at pada 29 April 2016.
Sepuluh Hari Dihujani Bom, Aleppo Membara
Rezim Asad Suriah dan Pendukungnya adalah Ashabul Ukhdud Abad ke-21
Tidak terkecuali Rumah Sakit dan instansi sipil lainnya. Sampai berita ini diturunkan, dikabarkan 235 orang tewas dan 1500 lainnya menderita luka. Hal itu mereka lakukan demi mendesak pasukan oposisi agar hengkang dari kota tersebut.*/MR UTAMA