Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Meneladani Semangat Jihad Fatahillah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 3 Mei 2016 10:41 10:41 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 3 Mei 2016 10:41
Bagikan
Museum Fatahillah memiliki nama resmi Museum Sejarah Jakarta
Bagikan

Oleh: Dina Farhana

 

MENELUSURI sejarah Jakarta bisa dimulai dari Pelabuhan Sunda Kalapa. Pelabuhan ini menjadi sentral perdagangan Nusantara yang dikuasai oleh kerajaan Sunda Pajajaran, sebuah kerajaan bercorak Hindu Budha, yang memiliki dua kawasan pelabuhan, yaitu Sunda Kalapa dan Banten. Pelabuhan Sunda Kelapa adalah salah satu pelabuhan terbesar di Jawa Barat dan keberadaannya menjadi sangat penting bagi pusat perdagangan internasional Nusantara.

Bangsa Katolik Portugis memulai imperialismenya dengan menguasai Malaka, tahun 1511. Kepentingan politik Portugis dalam menguasai Nusantara tidak hanya sebatas bada menguasai perdagangan dan menjarah kekayaaan alam Nusantara, namun juga pada misi agamanya untuk menyebarkan ajaran Katolik.  Tidak berhenti disitu, bangsa Portugis meluaskan ekspansinya dengan menaklukan wilayah Aceh di Sumatera, dan Sunda Kalapa di Jawa.

Tahun 1522, bangsa Portugis berhasil menguasai pelabuhan Sunda Kalapa dengan membuat perjanjian kerjasama dengan kerajaan Pajajaran. Isi perjanjian antara lain:  Pajajaran akan menjual lada kepada Portugis dan Portugis diperkenankan membangun benteng di Sunda Kelapa. Namun sebelum pelaksanaan pembangunan benteng tersebut, bangsa Portugis banyak mengalami penyerangan oleh pasukan Islam. Sultan Mahmud Syah menyerang benteng Portugis di Malaka;  kekuasaan Portugis di Maluku diserang oleh Kesultanan Tidore dan Ternate. Begitu juga dengan Panglima Fatahillah yang menaklukan kekuasaan Portugis di Tanah Jawa.

Baca Juga

Syair Ahmad Baktsir dan Detak Jantung Diplomasi Kemerdekaan RI di Kairo
Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI
Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah
H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina
Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina

Penyerangan terhadap kekuasaan Portugis di Sunda Kalapa dipimpin oleh Fatahillah, yang tak lain adalah menantu dari Sunan Gunung Jati.  Fatahillah diangkat sebagai panglima perang oleh Raja Kerajaan Islam Demak untuk menaklukan penjajahan Portugis di Tanah Sunda. Pasukan perang Fatahillah mendapatkan bantuan armada dari kerajaan Islam Demak dan Kerajaan Islam Cirebon, sehingga pasukan Islam memiliki pertahanan yang cukup kuat. Awal penyerangan pasukan Fatahillah diarahkan kepada penaklukan kerajaan Pajajaran di Banten. Lalu setelah itu melanjutkan penyerangan terhadap pasukan portugis di Pelabuhan Sunda Kalapa.

Pasukan Portugis dibawah pimpinan Fransisco de Sa, masih berusaha menagih janji atas perjanjian kerajaan Pajajaran dengan Pasukan Portugis untuk mendirikan benteng di Pelabuhan Sunda Kalapa. Namun karena Sunda Kalapa sudah berada dalam kekuasaan pasukan Fatahillah, tentu Fatahillah menolak tuntutan tersebut. Maka dengan kekecewaannya Portugis mengancam akan menghancurkan Sunda Kalapa beserta pasukan Islam. Tapi, Fatahillah tak gentar menghadapi perlawanan tersebut.

Tidak lama kemudian, pecahlah pertempuran dahsyat. Pasukan darat Katolik Portugis menggunakan senjata pedang, bedil, dan meriam serta berlindung dengan topi baja. Sedangkan pasukan Islam jalur darat menggunakan senjata tombak, kujang, pedang, keris dan meriam-meriam. Armada kapal perang Fransisco de Sa maupun Fatahillah menggunakan meriam dan senjata api lainnya. (Drs. Edi S. Ekadjati, Fatahillah Pahlawan Arif Bijaksana, Jakarta: Penerbit PT. Sanggabuwana, hal. 45)

Pasukan Fatahillah tetap bergerak mengepung pasukan meriam Portugis. Komando Fatahillah untuk menyerbu terdengar lantang oleh pasukan Islam. Dengan bergerak cepat disertai semangat jihad yang selalu berkobar membuat pasukan Portugis berada dalam serangan dahsyat. Pertarungan sengit untuk membunuh lawan semakin berkecamuk. Banyak korban dari pihak Portugis berjatuhan. Portugis tidak mampu menahan serangan bertubi-tubi dari pasukan Kerajaan Islam Demak, sisa pasukan Portugis terdesak mundur dari darat dan melarikan diri menuju armada kapal. Masih dalam keadaan pelarian, pasukan Portugis dikejar pasukan Islam. Salah satu armada kapal Portugis terkena sasaran meriam armada kapal Fatahillah. Kapal Portugis itu terbakar, kemudian tenggelam ditelan lautan. (Ibid, hal. 46)

Batavia,_C._de_Jonghe_(1740)
perjuangan untuk menegakkan Islam di Jakarta merupakan tugas bagi para pemimpin-pemimpin setelah Fatahillah

Kemenangan yang didapat pasukan Islam atas jatuhnya kekuasaan Portugis di Sunda Kalapa terjadi pada tahun 1527 M. Kemenangan ini semata-mata bukan hanya karena hasil perjuangan Fatahillah dan pasukannya, melainkan juga karena adanya pertolongan Allah untuk meneguhkan ajarannya di tanah Jakarta. Sultan Trenggono, Raja Kerajaan Islam Demak mengangkat Fatahillah menjadi gubernur Sunda Kalapa, dan Sunda Kalapa menjadi wilayah mandat kerajaan Islam Demak. Nama Sunda Kalapa setelah itu diganti oleh Fatahillah dengan nama Jayakarta yang artinya kemenengan yang nyata. Nama ini diambil dari surat al Fath ayat 1, Allah berfirman:

إنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِينًا

Artinya: Sesungguhnya kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata.”  (Q.S. Al-Fath [48]: 1)

Sejarah Fatahillah menaklukkan pasukan Portugis di Sunda Kalapa atau Jayakarta, adalah salah satu bukti bahwa Jakarta pernah menjadi wilayah kekuasaan Islam. Islam berdiri teguh untuk menaklukan kemungkaran para penjajah portugis yang berkuasa. Selain itu, usaha pasukan Islam dibawah kepemimpinan Fatahillah dengan semangat jihadnya untuk memerangi tindakan tidak berperikemanusiaan kaum penjajah terhadap masyarakat Nusantara.

Mengambil hikmah sejarah Jakarta,  perjuangan untuk menegakkan Islam di Jakarta merupakan tugas bagi para pemimpin-pemimpin setelah Fatahillah. Jakarta sebagai jantung Nusantara, seharusnya menjadi  kelanjutan bagi perjuangan ulama-ulama  terdahulu dalam menegakkan Islam di Ibukota dan seluruh Nusantara. (2 Mei 2016).*

Penulis adalah mahasiswa pendidikan sejarah UHAMKA

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:FatahillahislamJayakartaSunda Kelapa
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pasca Serangan Aleppo, Pejuang Pembebasan Bentuk Kesatuan Jaisyul Fathi
Tulisan selanjutnya Warga Padamkan Kebakaran 1 Rumah di Luar Batang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

Berita
31 Agustus 2026 21:23
Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama

8 Mei 2026 08:59
Sejarah

KH. Ahmad Dahlan dan Peran sebagai Jembatan Ukhuwah Islamiyah

6 Mei 2026 08:34
Sejarah

R.A Kartini: Latarbelakang Kehidupan dan Alam Pikirannya

25 April 2026 08:37
Sejarah

Salam al-Turjuman dan Ekspedisi Pencarian Tembok Ya’juj dan Ma’juj

14 April 2026 07:01
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?