Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kabar dari Suriah

Rezim Suriah Mulai Serangan Baru di Ghouta Timur

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 26 Februari 2018 06:42 6:42 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 26 Februari 2018 06:24
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Rezim Suriah telah melancarkan serangan darat dan udara di Ghouta Timur, beberapa jam setelah Dewan Keamanan PBB secara bulat memilih mendukung sebuah resolusi yang menyerukan 30 hari genjatan senjata di Suriah, demikian para saksi mata mengatakan kepada Aljazeera.

Pasukan Presiden Bashar al-Assad mulai menyerang kelompok oposisi dari beberapa garis depan di wilayah oposisi dekat Damaskus pada Ahad pagi, sementara pesawat-pesawat jet Suriah terus membombardir wilayah pemukiman terkepung itu untuk yang ke delapan hari berturut-turut.

Hayat Tahrir al-Syam, sebelumnya dikenal sebagai Front al-Nusra, merupakan salah satu dari banyak kelompok oposisi yang menguasai beberapa tempat di wilayah tersebut.

Kelompok terbesar merupakan Tentara Pembebasan Suriah (Free Syrian Army/FSA) beraliansi dengan Jaisyul Islam yang mengatakan bahwa kelompok tersebut telah menangkap dan membunuh “sejumlah besar tentara” ketika mereka berupaya memasuki kota, kata Osama Bin Javaid dari Aljazeera, Ahad (25/02/2018).

Melaporkan dari Gaziantep di Turkey, Bin Javaid mengkonfirmasi terdapat sejumlah upaya dari pemerintah untuk “menyerbu” wilayah tersebut dari beberapa sisi.

Baca Juga

muslim spanyol
Muslim di Spanyol Ungkap Bahwa Setiap Jumat Seorang Warga Menjadi Mualaf
Pemimpin Rezim Suriah, Bashar Assad dan Istrinya Positif Covid-19
Rezim Assad Suriah Telah Menyiksa 98 Orang Sampai Mati dalam 2 Tahun Terakhir
PBB Prihatin Meningkatnya Kekerasan di Idlib Suriah setelah Serangan Rezim
Pakistan Kirim Bantuan Medis Terbesar Sejak Mewabahnya Covid-19

Narasumber oposisi yang mengendalikan kantong wilayah yang menahan serangan tersebut, dia melaporkan, bahwa para petempur berjuang untuk mempertahankan posisi mereka di beberapa garis depan.

Baca: Hujan Bom di Ghouta Timur, Korban Sudah Lebih 500 Orang

Petempur oposisi mengatakan mereka akan mendukung seruan genjatan senjata PBB, tetapi akan merespon setiap serangan karena mereka berhak mempertahankan diri.

Genjatan senjata bertujuan untuk mengevakuasi para penduduk dari pinggiran kota Damaskus, yang berada di bawah kepungan, dan untuk memungkinkan aliran bantuan makanan dan obat-obatan.

Minggu lalu hingga saat ini, tembakan artileri dan serangan udara mematikan dilancarkan oleh pasukan Suriah dukungan Rusia memperparah krisis kemanusiaan yang telah terjadi di kantong wilayah terkepung itu, rumah bagi 400.000 orang. [Lihat juga laporan video harian remaja Suriah di tempat terkepung, Muhammad Najem].

Menurut Syrian Observatory for Human Rights (SOHR), lebih dari 500 penduduk sipil terbunuh dalam bombardir udara rezim Suriah yang dimulai sejak 18 Februari.

“Perlu dicatat bahwa sebelum ini [serangan darat] dimulai, telah terjadi bombardir keji di banyak tempat di Ghouta Timur, yang merupakan garis pertahanan kelompok oposisi,” Bin Javaid mengatakan.

Ghouta Timur merupakan wilayah kelompok oposisi terakhir yang tersisa  di timur Damaskus dan telah berada di bawah kepungan oleh rezim Assad sejak 2013, sebagai upaya untuk mengusir mereka keluar.

Baca: DKK PBB Serukan Gencatan Senjata 30 Hari di Suriah

Menurut Bin Javaid, pasukan rezim mengaku telah “secara spesifik menarget terowongan bawah tanah dan tempat persembunyian”. Tetapi melihat dari banyaknya korban sipil hal itu nampaknya tidak dapat dipercaya. Sama seperti yang terjadi dalam pertempuran Aleppo.

“Tampaknya pemerintah saat ini bersikeras untuk memasuki Ghouta Timur.”

Sementara itu, kepala angkatan bersenjata Iran Mohammed Baqri, mengatakan pada Ahad, Suriah akan menghormati seruan PBB untuk genjatan senjata, tetapi akan melanjutkan serangan pada apa yang mereka sebut “teroris”  sebutan untuk kelompok pembebasan di wilayah-wilayah yang dikuasai Hayat Tahrir al-Syam.

“Genjatan senjata resolusi PBB di Suriah tidak mencakup Ghouta Timur; operasi pembersihan masih terus berjalan di pinggiran kota,” Tasnim mengutip Baqri yang mengatakan hal itu di Twitter.

Suriah dan sekutunya, Rusia dan Iran, juga sedang bertempur melawan kelompok oposisi di Provinsi Idlib, salah satu dari wilayah oposisi yang tersisa di Suriah.

Baik Ghouta Timur maupun Idlib seharusnya merupakan dua dari beberapa “zona de-eskalasi” yang disetujui sekitar setahun yang lalu oleh Rusia, Iran – keduanya sekutu pemerintah- dan Turki – pendukung oposisi bersenjata.

Baca: Jumlah Korban Tewas Kekalapan Rezim Bashar di Ghouta Timur

Operasi Penyelamatan Nyawa

Mohamad Katoub, manajer advokasi rumah sakit dan fasilitas medis di Ghouta Timur, menekankan bahwa tantangan terbesar ialah bombardir yang menarget “infrastruktur kemanusiaan”.

Berbicara pada Aljazeera dari Gaziantep, Katoub mencatat tim penyelamat tidak dapat bergerak karena hancurnya bangunan-bangunan dan serangan yang berkelanjutan.

“Dalam enam hari terakhir, kami kehilangan 40 persen dari kapasitas kami untuk menanggapi korban luka dan orang-orang yang membutuhkan pelayanan medis di wilayah ini,” katanya.

Tanpa sanitasi atau makan yang layak, wanita hamil, pasien-pasien dengan penyakit kronis dan anak-anak yang membutuhkan vaksinasi beresiko terkena penyakit, dia lebih lanjut menjelaskan.

“Saat ini, kita membutuhkan operasi penyelamatan nyawa,” Katoub mengatakan, merujuk pada ribuan penduduk sipil yang terluka.

“Kami tidak bisa berharap banyak dari resolusi UNSC ini – ini bukanlah resolusi UNSC pertama – yang menyerukan bantuan cepat ke dalam Ghouta.”

Baca: Penduduk Suriah ‘Mempersiapkan Diri untuk Mati, sementara Bashar Terus Hujani Bom di Ghouta

Resolusi Dewan Keamanan

Voting resolusi UNSC, yang disponsori oleh Kuwait dan Swedia, telah tertunda beberapa kali dikarenakan para anggota dewan berupaya meyakinkan Rusia untuk menyetujui syarat-syaratnya.

Pertemuan tersebut pada sebenarnya dilangsungkan jam 11 pagi waktu setempat (16:00 GMT) pada Jumat, tetapi negosiasi-negosiasi terkait tata bahasa resolusi itu membuat para pengaju membuat amandemen untuk menghindari veto Rusia.

Hasilnya, resolusi itu tidak memberikan waktu spesifik kapan genjatan senjata mulai berlaku.

Utusan khusus PBB untuk Suriah, Steffan de Mistura, telah menekankan perlunya sebuah genjatan senjata untuk menghentikan “bombardir mengerikan atas Ghouta Timur dan tembakan artileri keji di pinggiran kota Damaskus”.*/Nashidul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bashar al assadbomBumi SyamdamaskusDokter Lintas BatasFosforGhouta TimurHujan Bomiranpesawat tempurRezim BasharrusiasuriahSyam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tak Peduli Larangan Pegang Jabatan Publik, Silvio Berlusconi Kampanye Pemilu
Tulisan selanjutnya Tak Terima Orang Asing Bank Makanan di Jerman Dicap Nazi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Global Sumud FLotilla
Berita

Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Berita
30 Mei 2026 09:51
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Kabar dari Suriah

Krisis Roti di Provinsi di Bawah Kontrol Rezim Assad di Suriah sedang Berkembang

20 Oktober 2020 21:40
Kabar dari Suriah

Rezim Assad Berada di Balik Protes terhadap Turki di Idlib Suriah, Sumber Keamanan Mengatakan

12 Oktober 2020 10:15
Kabar dari Suriah

Serangan Bom Truk di Al-Bab Suriah Menewaskan Sedikitnya 18 orang

7 Oktober 2020 11:05
Kabar dari Suriah

Rami Makhlouf: Penipuan Terbesar di Timur Tengah terjadi di Suriah

30 September 2020 19:15
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?