Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tak Terima Orang Asing Bank Makanan di Jerman Dicap Nazi

Ama Farah
Terakhir diupdate: 26 Februari 2018 06:44 6:44 am
Ama Farah
Dipublikasikan 26 Februari 2018 06:44
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Tulisan “F*** Nazis” ditemukan di kendaraan-kendaraan milik bank makanan di Essen di sebelah barat Dortmund, hari Ahad (25/2/2018), setelah muncul kabar bahwa mereka hanya memberikan makanan kepada orang asing.

Manager bank makanan itu Jorg Sartor menyebut aksi vandalistis itu sebagai “perbuatan kekanak-kanakan,” dalam wawancara dengan WDR seperti dilansir DW. “Kami akan beroperasi seperti biasa. Bisa dibilang, saya khawatir dengan para relawan kami, yang mana mereka jadi terlalu takut untuk datang bekerja membagikan makanan.”

Pria berusia 61 tahun itu mengaku kaget melihat dirinya berada di pusaran perdebatan di jerman perihal perlakuan bank makanan terhadap orang asing. Pekan lalu media lokal mengungkap bahwa awal Desember 2017 bank makanan yang dipimpinnya memberlakukan aturan baru di mana tidak ada yang boleh mendaftar untuk mendapatkan makanan tanpa menunjukkan paspor Jerman.

Bank makanan di Essen itu merupakan satu dari 930 bank makanan yang tersebar di seluruh Jerman, yang dikenal dengan sebutan Die Tafel. Mereka mengumpulkan makanan-makanan yang hampir mendekati masa kadaluarsa dari restoran dan supermarket. Orang pengangguran atau miskin bisa mendaftar untuk mendapatkan bahan-bahan makanan gratis untuk keluarga di satu hari tertentu setiap pekan.

Pada konferensi pers hari Kamis pekan lalu, Sartor mengatakan bahwa jumlah orang asing yang mendaftar di bank makanan di Essen melonjak 75 persen, sehingga manula-manula Jerman ketakutan untuk ambil bagian dalam program itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Saya didekati berkali-kali karena terlalu banyak aksi dorong dan sikut,” katanya kepada DW.

Dia mengaku heran mengapa terjadi kehebohan seperti sekarang ini, dan menegaskan bahwa tak satupun relawannya yang antiorang asing atau xenofobia. Larangan pendaftaran baru yang diberlakukannya hanya berlaku beberapa bulan dan akan berakhir sebelum musim panas, kata Sartor.

Namun, sejawat Sartor yang mengelola bank makana di wilayah Bremen dan Niedersachsen mengatakan kepada koran Zeit bahwa keputusan Sartor itu bertentangan dengan prinsip pendirian Tafel.

“Mereka mendiskriminasi semua kelompok,” ujar Manfred Jabs.

Kritik juga datang dari menteri dalam negeri di negara bagian Nordrhein-Westfalen, di mana Essen berada, mengatakan kepada Spiegel bahwa faktor yang diperhatikan seharusnya tingkat kebutuhan dan bukan dari mana asal orang yang meminta bantuan makanan.

Namun, Partai Kiri Jerman menyebut kritikan-kritikan terhadap Sartor dan bank makanan di Essen itu sebagai “munafik.” Menurut ketua Partai Kiri Sahra Wagenknecht selama ini bank makanan sudah menghadapi sejumlah masalah, yang mana jumlah orang yang membutuhkan semakin banyak sedangkan bank makanan tidak memiliki cukup sumber daya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Rezim Suriah Mulai Serangan Baru di Ghouta Timur
Tulisan selanjutnya Permasalahan Baitul Maqdis adalah Persoalah Seluruh Bangsa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Berita
14 Juli 2026 17:00
SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?