Hidayatullah.com–Media pemerintah dan pro-Presiden Bashar al-Assad diduga memanipulasi video pelatihan darurat untuk mendiskreditkan citra kelompok pembebasan di Ghouta Timur.
Video tersebut menampilkan beberapa anak yang dicat merah darah dan Pro Rezim Bashar al Assad menuduh kelompok pembebasan berusaha memalsukan luka korban.
Namun, rekaman tersebut berasal dari bengkel seni yang menghasilkan video latihan kesehatan di Gaza setiap tahunnya, tulis alarabiya.
Pemilik lokakarya tersebut, Abd al-Baset al-Loulou, mengatakan bahwa tujuan utama mereka adalah untuk menciptakan luka anak di zona perang sehingga dokter dapat mengenali dan belajar merawat dan merawat korban.
Baca: Warga Ghouta Ejek Gencatan Senjata, Hilang Kepercayaan pada Bashar
Ia mengatakan, efek khusus memanfaatkan dokter dan tim medis di seluruh dunia untuk melatih staf mereka.
Jelas al-Loulou, sebuah video pro-Assad yang disunting dan disebarluaskan diduga berasal dari daerah Ghouta Timur yang didominiasi kelompok pejuang pembebasan.
“Sesuatu yang menyedihkan ketika rezim Suriah menggunakan seni untuk kepentingan politik mereka,” katanya.
Baca: 560 Orang Tewas dan 2.000 Terluka di Ghouta dalam 9 Hari
Ghouta Timur, menjadi benteng kelompok pembebasan terakhir, yang saat ini dikepung militer Rezim Bashar didukung Rusia.
Akibat serangan tersebut, ratusan warga sipil termasuk wanita dan anak-anak yang tidak bersalah terbunuh.
Media Rusia juga telah berusaha untuk menunjukkan ‘kemenangan’ palsu tentara Rusia di Suriah dengan menggunakan gambar dan adegan fiktif.
Menurut Washington Post, media Rusia menggunakan adegan dari sebuah videogame bernama Arma yang konon menampilkan rekaman Perang Suriah, dan sebuah pertempuran yang mengambil kehidupan Letnan Senior Alexander Prokhorenko.*/Nashirul Haq AR