Hidayatullah.com – Lebih dari 40 tentara rezim Suriah terbunuh dalam serangan yang melibatkan ratusan pejuang oposisi di Suriah barat laut, menurut kementerian pertahanan Rusia seperti yang dilaporkan BBC pada Kamis 23 Januari 2020.
Kementerian itu, yang mendukung rezim Presiden Bashar al-Assad, mengatakan terjadi beberapa serangan di mana pejuang oposisi berhasil merebut dua pemukiman di provinsi Idlib.
Media pemerintah Suriah mengatakan anggota dari aliansi oposisi meledakkan bom mobil dan menggunakan tembakan berat ketika mereka menargetkan posisi tentara rezim Suriah di area Maarat al-Numan.
Namun mereka tidak menyebutkan jumlah korban jiwa.
Idlib adalah benteng terakhir pejuang oposisi dan rumah bagi tiga juta penduduk, 76% di antaranya perempuan dan anak-anak.
Sementara itu, petugas penyelamat melaporkan bahwa serangan udara Rusia membunuh delapan warga sipil di sepanjang wilayah itu pada Kamis.
Pertahanan Sipil Suriah, yang sukarelawannya dikenal sebagai White Helmets, mengatakan seorang perempuan dan dua anaknya terbunuh di desa Arnabah setelah tengah malam, dan tiga anak-anak dan dua orang dewasa terbunuh ketika kota Saraqeb dibombardir.
Pada Selasa, serangan udara oleh pesawat tempur Rusia dan Suriah dilaporkan membunuh setidaknya 28 orang, termasuk delapan orang dari satu keluarga di desa Kfar Taal.
Itu terjadi sementara pasukan pro-rezim melanjutkan operasi militer mereka di Idlib.
Hampir 350.000 warga sipil, 80% dari mereka perempuan dan anak-anak, telah terlantar akibat pertempuran sejak pasukan rezim Suriah didukung Iran dan Rusia melancarkan serangan pada Desember, PBB mengatakan.
Diperkirakan 400.000 warga sipil telah meninggalkan rumah mereka antara bulan Mei dan Agustus. Komite Penyelamatan Internasional telah memperingatkan 650.000 lainnya beresiko terusir jika kekerasan terus berlanjut.
Kesepakatan genjatan senjata yang ditengahi Rusia dan Turki, mulai berlaku pada bulan ini, namun serangan-serangan milisi Iran dan pasukan Suriah terus berlanjut.
PBB mengatakan krisis ini semakin memperparah situasi kemanusiaan yang sudah buruk di Suriah barat laut, di mana 32% pengungsi baru-baru ini tinggal di kamp pengungsian.
Musim dingin menambah urgensi situasi tersebut, dengan banjir seringkali mempengaruhi kamp pengungsian dan tempat tinggal sementara lain.
Ada juga kekurangan suplai medis dan fasilitas medis yang dapat berfungsi. Setidaknya 50 fasilitas kesehatan telah diserangan di Idlib selama setahun terakhir.*