Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kabar dari Suriah

Rezim Bashar Lanjutkan Serangan, Oposisi Ancam Boikot Perundingan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 5 Januari 2017 09:49 9:49 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 5 Januari 2017 09:49
Bagikan
Gambar dari rezim Bashar dalam serangan Wadi Barada
Bagikan

Hidayatullah.com–Gencatan senjata di Suriah tergugat setelah tentara pemerintah Rezim Bashar al Assad masih terus mengintensifkan serangan Wadi Barada, dekat Damaskus. 10 kelompok oposisi  menyatakan mereka tidak akan mengikuti perundingan pada bulan ini.

Perundingan terkaif konflik di Suriah itu dijadwalkan berlangsung di Ibu Kota Kazakhstan, Astana akhir Januari ini tetapi koalisi oposisi  dan kelompok pembebasan mengancam menarik diri akibat pelanggaran gencatan senjata yang terus dilakuan rezim Presiden Bashar Al-Assad dibantu sekutunya, Rusia, Iran, dan milisi Syiah Lebanon.

“Mengingat gencatan senjata terus dilanggar, koalisi oposisi  mengumumkan untuk membekukan perundingan di Astana,” kata mereka dalam pernyataan bersama dikutip AP.

Oposisi  mengatakan, mereka mematuhi gencatan senjata itu yang mencakup seluruh Suriah, namun tentara Bashar dan sekutunya tidak berhenti melakukan bedilan dan berulang kali melanggar kesepakatan tersebut terutama di daerah yang dikuasai pihak oposisi  di Wadi Barada dan Ghouta Timur dekat Damaskus.

Sebagaimana diketahui, dua minggu ini –bahkan sebelum pelaksanaan gencatan senjata Suriah yang disponsori oleh Ankara dan Moskow– angkatan udara Suriah setiap hari membombardir Wadi Barada yang terletak sekitar 15 kilometer dari Damaskus.

Baca Juga

muslim spanyol
Muslim di Spanyol Ungkap Bahwa Setiap Jumat Seorang Warga Menjadi Mualaf
Pemimpin Rezim Suriah, Bashar Assad dan Istrinya Positif Covid-19
Rezim Assad Suriah Telah Menyiksa 98 Orang Sampai Mati dalam 2 Tahun Terakhir
PBB Prihatin Meningkatnya Kekerasan di Idlib Suriah setelah Serangan Rezim
Pakistan Kirim Bantuan Medis Terbesar Sejak Mewabahnya Covid-19

Rezim Bashar dan Teroris Hizbullah Serang Daerah Pasokan Air dekat Damaskus

Kemarin, tentara Suriah yang didukung serangan udara dan tembakan artileri mara untuk merebut tersebut yang menyimpan pasokan air untuk Damaskus, kata kelompok Pemantau HAM Suriah.

Aljazeera  menulis, pasuk­an pemerintah Bashar sejak Jumat (23/12/2016) juga meluncurkan serangan ofensif terhadap kelompok milisi Jayshul Islam yang menguasai Wadi Barada.

Dalam sebuah video yang diposting kelompok oposisi dan pembebasan,  serangan di wilayah yang dikuasai Jaysul-Islam sangat intensif dan banyak menimbulkan kerusakan.

Sedikitnya 14 penduduk si­pil tewas dan beberapa lainnya terluka dalam serang­kaian bom barel. Kelompok relawan White Helmets mengatakan, sejumlah orang terjebak di bawah reruntuhan setelah serangan bom berat itu.

Laman The New Arab menyebut,  serangan baru di Wadi Barada ikut menewaskan seorang jenderal Iran Jenderal Gholam Ali Kalizada dan milisi Syiah Hizbullah, namun hingga saat ini berita tersebut belum ada konfirmasi pihak Iran.

Konflik  di Suriah mengakibatkan lebih 310.000 orang terbunuh dan menyebabkan setengah dari populasi negara itu menjadi pengungsi. Sementara itu, lebih 103.000 orang telah diselidiki sebagai bagian dari penyelidikan, tambahnya.

Lembaga nonpemerintah (NGO) mengungkapkan pemerintah Presiden Suriah Bashar al-Assad dan sekutunya telah melanggar gencatan senjata 77 kali sejak mulai berlaku akhir pekan lalu.

Lembaga Syrian Network for Human Rights (SNHR), sebuah NGO yang berbasis di London, Inggris, menyatakan hal itu dalam sebuah laporan yang diterbitkan Senin (02/01/2016) waktu setempat.

“Rezim Suriah melakukan 72 pelanggaran (gencatan senjata) sementara Rusia bertanggung jawab atas lima pelanggaran yang dilakukan ketika mengebom wilayah tengah Hama dan utara Aleppo,” laporan itu menegaskan.

Menurut SNHR, laporannya didasarkan pada wawancara pribadi dengan sejumlah korban yang selamat dari serangan terakhir, keluarga korban, dan saksi mata.

“Di antara 77 pelanggaran dikutip, 68 berada dalam bentuk operasi pertempuran dan sembilan dalam bentuk penahanan,” kata laporan itu seperti dilansir World Bulletin.

SNHR mencatat bahwa sebagian besar pelanggaran yang dilakukan rezim Suriah telah terjadi di Provinsi Homs.

LSM juga meminta Rusia –selaku penjamin perjanjian gencatan senjata- untuk menekan sekutu-sekutunya di Damaskus dan Iran untuk mematuhi ketentuan kesepakatan.

Ribuan Warga Pro Bashar Rayakan Kemenangan Jatuhnya Aleppo Timur

Jumat malam lalu, gencatan senjata -yang ditengahi oleh Turki dan Rusia- mulai berlaku di seluruh Suriah sebagai pembuka jalan bagi perundingan damai di Astana, Kazakhstan, akhir Januari ini.

Bantahan Turki

Menteri Pertahanan Turki, Fikri Isik mengatakan, sejauh ini pihaknya tidak melihat adanya pelanggaran gencatan senjata di Suriah. Gencatan Senjata di Suriah berlangsung sejak Jumat lalu.

“Belum ada pelanggaran apapun sejauh yang kami tahu, yang bisa merusak gencatan senjata tersebut,” kata Isik dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Anadolu Agency (AA) pada Selasa (03/01/2017).

“Kami harus sangat berhati-hati tentang masalah ini. Kami mengawasi setiap langkah di sepanjang jalan dengan Federasi Rusia untuk membuat gencatan senjata permanen dan memiliki solusi politik yang dapat membuka jalan untuk masa depan Suriah,” sambungnya.

Sementara itu, Isik di kesempatan yang sama juga membahas serangan udara Rusia terhadap ISIS di Suriah utara. Dia mengatakan keputusan Rusia untuk turut menyerang basis ISIS di utara Suriah yang dekat dengan perbatasan Turki adalah sebuah hal yang penting.

Pernyataan Ankara sendiri bertolak belakang dengan apa yang disampaikan oleh oopasukan pemerintah Suriah terus menerus melakukan pelanggaran terhadap gencatan senjata itu.

Sebagaimana diketahui, semenjak menjenga pergantian tahun, pasukan rezim Suriah terus melancarkan serangan-serangan di Wadi Barada, meski ada kesepakatan gencatan senjata.*

 

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bashar al asaadgencatan senjataHizbullahLebanonmilisi SYiahrusiaSerangan Bashar Al AsaadsuriahWadi Barada
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Asset Waktu
Tulisan selanjutnya Parlemen Turki Lanjutkan Masa Darurat 3 Bulan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Kabar dari Suriah

Krisis Roti di Provinsi di Bawah Kontrol Rezim Assad di Suriah sedang Berkembang

20 Oktober 2020 21:40
Kabar dari Suriah

Rezim Assad Berada di Balik Protes terhadap Turki di Idlib Suriah, Sumber Keamanan Mengatakan

12 Oktober 2020 10:15
Kabar dari Suriah

Serangan Bom Truk di Al-Bab Suriah Menewaskan Sedikitnya 18 orang

7 Oktober 2020 11:05
Kabar dari Suriah

Rami Makhlouf: Penipuan Terbesar di Timur Tengah terjadi di Suriah

30 September 2020 19:15
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?