Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kabar dari Suriah

Investigasi Serangan Kimia di Douma Dimulai

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 16 April 2018 15:36 3:36 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 16 April 2018 15:36
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Tim penyelidik senjata kimia PBB hari Ahad (15/04/2018) telah memulai memeriksa adegan serangan kimia di Kota Douma, Suriah, yang telah mendorong serangan gabungan AS, Prancis dan Inggris terhadap instalasi militer dan fasilitas senjata kimia di dekat Ibu Kota, Damaskus.

Kedatangan delegasi dari Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) datang ketika militer Suriah mengumumkan bahwa mereka telah “memurnikan” wilayah Ghouta timur, termasuk Douma, setelah kampanye dua bulan yang menewaskan hampir 2.000 warga sipil, akibat bertahun-tahun pengepungan.

Dua tim pencari fakta telah dikirim oleh organisasi yang bermarkas di Den Haag itu untuk mengungkap bukti dugaan adanya penggunaan zat kimia berbahaya dalam serangan di kota Douma pekan lalu, yang menewaskan lebih dari 40 orang.

“Tim tiba di Damaskus kemarin (Sabtu, 14 April 2018) dan diperkirakan akan pergi ke Douma hari ini,” kata Wakil Menteri Luar Negeri Ayman Soussan.

Baca:  Puluhan Orang Mati Tercekik, setelah Rezim Bashar Gunakan Senjata

Delegasi dari Organisasi Larangan Penggunaan Senjata Kimia, yang bermarkas di Den Haag, ditugaskan untuk melakukan investigasi terhadap serangan pada 7 April di Douma, timur Damaskus.

Baca Juga

muslim spanyol
Muslim di Spanyol Ungkap Bahwa Setiap Jumat Seorang Warga Menjadi Mualaf
Pemimpin Rezim Suriah, Bashar Assad dan Istrinya Positif Covid-19
Rezim Assad Suriah Telah Menyiksa 98 Orang Sampai Mati dalam 2 Tahun Terakhir
PBB Prihatin Meningkatnya Kekerasan di Idlib Suriah setelah Serangan Rezim
Pakistan Kirim Bantuan Medis Terbesar Sejak Mewabahnya Covid-19

Negara-negara Barat menyatakan bahwa senjata kimia –kemungkinan besar klorin dan sarin—telah digunakan Rezim Bashar al Assad dalam serangan  yang menewaskan puluhan warga sipil dan anak-anak.

Soussan berjanji bahwa pemerintah Suriah tidak akan mencegah ahli kimia dari melakukan penyelidikan.

“Kami akan memastikan bahwa mereka dapat bekerja secara profesional, obyektif, adil dan tanpa tekanan,” katanya.

Pemerintah Suriah juga telah menjanjikan bakal membantu secara penuh kerja tim pencari fakta, termasuk masalah keamanan.

“Kami akan memastikan mereka dapat bekerja secara profesional, obyektif, tidak memihak dan bebas dari tekanan apa pun,” tambah Soussan.

Jika keamanan memungkinkan, tim dari Organisasi untuk Larangan Senjata Kimia (OPCW) akan disebar secara singkat ke situs lokasi serangan.

“Tim akan bekerja dengan Departemen Keselamatan dan Keamanan PBB memastikan keselamatan tim,” bunyi pernyataan itu.

Pada 2017, tim OPCW sempat mengkonfirmasi adanya penggunaan zat sarin dalam serangan di kota utara Khan Sheikhun.

Suriah sendiri setuju untuk menyerahkan persenjataan senjata kimianya pada tahun 2013 dan menyerahkannya ke inspeksi OPCW. Ini dimaksudkan untuk menghancurkan semua persediaan gas sarafnya.

Dalam kasus klorin, zat itu diizinkan dimiliki untuk digunakan bagi kepentingan sipil, tetapi tidak menggunakannya sebagai senjata.

Baca: Washington: Rezim Suriah Telah Menggunakan Senjata Kimia 50 Kali

OPCW akan menentukan apakah senjata kimia digunakan dalam serangan pada 7 Maret lalu, tetapi tidak akan menyalahkan pihak manapun.

Meskipun ada perjanjian AS-Rusia untuk menghapus sepenuhnya program senjata kimia Suriah setelah ratusan orang terpapar gas sarin di Ghouta pada 21 Agustus 2013, OPCW tidak dapat memverifikasi bahwa semua fasilitas manufaktur, penyimpanan dan penelitian telah dihancurkan.

Di antara situs yang dilaporkan terkena serangan pada Jumat malam adalah Pusat Studi dan Penelitian Ilmiah, fasilitas yang telah memainkan peran kunci dalam program senjata kimia Suriah sejak tahun 1970-an.

Suriah tidak dapat menjelaskan beberapa temuan oleh para penyidik, termasuk lokasi penelitian dan pengembangan yang tidak diumumkan, keberadaan bahan kimia terlarang dan bom yang hilang, sumber mengatakan kepada Reuters.

Akibat penggunaan senjata kimia yang diyakini AS dan sekutunya dilancarkan oleh rezim Suriah, Jumat (13/4/2018) malam, militer AS bersama Inggris dan Perancis meluncurkan lebih dari 100 misil ke tiga fasilitas terkait senjata kimia Suriah. *

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bashar al assadBom GentongDoumaGhouta TimuriranOPCWOrganisasi Pelarangan Senjata Kimiapenduduk SipilRezim Bashar Al Assadrusiasenjata kimiaserangan kimiasuriahtewas
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tukang Becak: Boleh Gak Saya Menyumbang Ala Kadarnya untuk Suriah?
Tulisan selanjutnya Serangan Udara Turki di Iraq Tewaskan Anggota PKK Paling Dicari

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Berita
3 Juni 2026 09:20
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Kabar dari Suriah

Krisis Roti di Provinsi di Bawah Kontrol Rezim Assad di Suriah sedang Berkembang

20 Oktober 2020 21:40
Kabar dari Suriah

Rezim Assad Berada di Balik Protes terhadap Turki di Idlib Suriah, Sumber Keamanan Mengatakan

12 Oktober 2020 10:15
Kabar dari Suriah

Serangan Bom Truk di Al-Bab Suriah Menewaskan Sedikitnya 18 orang

7 Oktober 2020 11:05
Kabar dari Suriah

Rami Makhlouf: Penipuan Terbesar di Timur Tengah terjadi di Suriah

30 September 2020 19:15
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?