Aksi damai satu juta orang –yang berasal dari sekurangnya 25 partai politik dan organisasi kemasyarakatan- hari Minggu (30/3) lalu melakukan aksi unjuk rasa di Jakarta menentang agresi Amerika Serikat (AS) ke Iraq. Aksi besar-besaran yang bertema “Aksi Sejuta Umat ini dimulai dengan long march dari bundaran Hotel Indonesia Jalan Merdeka Selatan. Lautan manusia yang diperkirakan hampir mencapai satu juta ini setidaknya memadati jalan raya kota Jakarta. Massa aksi yang tergabung dalam Komite Indonesia untuk Solidaritas Rakyat Irak (KISRA) ini terdiri atas massa Partai Keadilan Sejahtera, Partai Amanat Nasional (PAN), PPP Reformasi, Persatuan Umat Khatolik Indonesia, Persatuan Mahasiswa Muhammadiyah, serta Ikatan Remaja Muhammadiyah Tampil dalam aksi itu antara lain Ketua MPR RI Amien Rais, pengamat politik Prof Dr Nurcholish Madjid, Presiden Partai Keadilan Sejahtera Dr Hidayat Nur Wahid, Ketua Umum Partai Pelopor Rachmawati Soekarnoputri, aktivis perempuan Nursyahbani Katjasungkana, dan Sekretaris Umum MUI Dr Din Syamsuddin. Dalam kesemoatan itu, tokoh-tokoh ini meminta PBB bersikap tegas dan Mahkamah Internasional segera mengadili Presiden AS George W Bush dan PM Inggris Tony Blair sebagai penjahat perang. Mereka juga menuntut penyerangan ke Iraq diakhiri sekarang juga. Mereka melepaskan puluhan burung merpati sebagai lambang perdamaian. Di antara ratusan ribu pengunjuk rasa itu ada anak-anak serta ibu rumah tangga yang menggendong dan mendorong kereta bayi mereka. Aksi damai yang dimulai sejak pukul 07.30 WIB itu berakhir pukul 13.00. (F4-64g) “Pernyataan kami sudah jelas, tolak perang dan hentikan serangan AS terhadap Irak. Jadi, tidak ada lagi yang perlu dibicarakan. Hari ini Dubes AS meminta bertemu perwakilan massa kami yang berjumlah tiga juta rakyat yang mengadakan aksi damai ini,” kata Din Syamsuddin. Sekitar pukul 11.15, Hidayat Nurwahid memerintahkan agar massa segera pulang ke rumah dan organisasinya masing-masing dengan tertib. “Aksi kita adalah aksi damai, jadi jangan kotori kegiatan antiperang dan antikekerasan dengan tindakan kekerasan seperti yang dipertontonkan oleh negara teroris Amerika,” ujar Hidayat. Inilah aksi yang melibatkan hampir satu juta orang tanpa mengalami keributan sedikitpun. (Kp/Wpd/cha)