Inilah hebatnya rakyat Palestina. Meski sedang menghadapi tindak pembantaian tentara Israel. Kenyataanya, mereka tak juga mau berdiam diri. Buktinya, di saat Iraq dianiaya oleh AS dan sekutunya, warga Palestina masih bisa menyempatkan membela saudara-saudaranya yang ada di negeri 1001 malam itu. Jumat kemarin, (28/03), ratusan ribu pendukung Hamas di Jalur Gaza menyempatkan keluar rumah dan melakukan demontrasi mengutuk aksi agresi yang dilancarkan AS dan sekutunya terhadap Iraq. Aksi yang juga melibatkan elemen masyarakat itu berlangsung pada hari kemarin. Mereka bertolak dari masjid-masjid di Jalur Gaza usai shalat Jum’at. Mereka bertemu di jalan utama kota Gaza. Aksi ini merupakan aksi terbesar semenjak agresi AS dan sekutunya terhadap Iraq berlangsung. Turut serta dalam aksi menentang serangan Amerika dan sekutunya terhadap Irak, ini para tokoh dan pemimpin Gerakan Perlawanan Islam Hamas. Di antaranya Syaikh Ahmad Yasin, Dr. Abdul Aziz Ranteesi, Dr. Ismail Haneya, Ir. Ismail Abu Syaneb, Dr. Nazar Rayyan dll. Ditambah puluhan tokoh masyarakat Palestina. Dalam kesempatan itu, Dr. Abdul Aziz Rantisi juga menyampaikan orasi. Dia menyatakan bahwa pertemuan aksi massa ini dilakukan sebagai baiat kepada Allah untuk menggapai syahadah (mati syahid) dan jihad fii sabilillah sampai menang atau mati syahid. Rantisi juga memberikan spirit warga Iraq untuk menghadapi dengan jalan jihad. Pembantaian Jalan Terus Sabtu (29/03), lalu, seorang warga palestina menjadi syuhada setela serdadu Israel bersama tank-tank tempurnya Kamp Pengungsi Tulkarem di Tepi Barat. Dalam waktu yang bersamaan pasukan Israel juga penghancuran sebuah rumah salah seorang aktivis Hamas di jalur Gaza. Menurut sumber-sumber keamanan Palestina yang disampaikan kepada kantor berita Perancis, seorang pemuda bernama Muhammad Ghanim (20) gugur menjadi syuhada dalam aksi serangan pasukan Israel pada Jum’at (28/03/03) kemarin. Sejumlah orang lainnya dikabarkan dalam kondisi luka parah. Israel juga terus melancarkan serangan ke arah dua orang Palestina bersenjata saat kesatuan khusus Israel melakukan pencarian para aktivis Palestina yang melawan pendudukan Israel di tanah para nabi tersebut. Sehari sebelumnya, Kamis (27/03), dua orang anggota keamanan Palestina gugur di wilayah utara Jalur Gaza. Peristiwa itu terjadi setelah pesawat helikopter tempur Apache buatan AS menggempur markas keamanan Palestina di wilayah timur Beti Hanun. Sedikitnya 15 orang dalam aksi tersebut mengalami luka-luka. Nampaknya, Israel terus mengobral kebiadabannya di saat semua mata tertuju ke Iraq.