Pemerintah Belanda turut mendukung keutuhan wilayah Indonesia (NKRI) dari segala macam sparatisme. Termasuk gerakan Republik Maluku Selatan (RMS). Ucapan resmu pemerintahan Belanda ini disampaikan olehseorang pejabat Deplu Belanda, Senin kemarin. “Indonesia adalah mitra strategis Belanda untuk jangka panjang,” kata Direktur Asia dan Oseania Deplu Belanda, Robert Milders. Menurutnya, kerjasama dan hubungan bilateral kedua negara akan terus ditingkatkan dan diperkuat atas dasar saling menghargai dan memahami. Milders mengulas hubungan RI dan Belanda dalam pidatonya di acara pembukaan program pelatihan Lembaga Kajian Internasional ‘Clingendael` bagi para peserta Indonesia di Scheveningen, Senin, kemarin. Terlepas dari naik-turunnya dinamika hubungan kedua negara, pemerintah Belanda, katanya, akan terus memperkuat kerjasama bilateral di berbagai bidang dan mencoba menyelesaikan berbagai hambatan dalam hubungan tersebut secara terbuka. Dua hari lalu, aparat keamanan Ambon telah menangkap 18 orang yang diduga ikut menjadi anggota gerakan RMS yang tertangkap setelah mendapai beberapa bukti akan mengadakan perayaan ulang tahun. Tanggal 25 kemarin adalah pucak peringatan berdirinya RMS di Indonesia. para pendukung RMS dikabarkan telah mengibarkan sekitar 300 bendera di beberapa wilayah di Kota Ambon dan Kabupaten Maluku Tengah. Kepala Humas Polda Maluku, AKBP Max Alfons seperti dikutip wartawan menjelaskan para pendukung RMS tersebut mengibarkan bendera di beberapa tempat yang jauh dari penglihatan masyarakat. Ada beberapa yang ditemukan pihak kepolisian digantung di atas pohon maupun di tepi-tepi jurang serta ada juga yang digantung jauh dari pemukiman penduduk, jelasnya. (ant/cha)