Hidayatullah.com–Lima belas pengunjukrasa itu ditangkap saat duduk-duduk di tepi jalan tak jauh dari alun-alun, tempat Presiden Megawati Soekarnoputri akan melakukan pembukaan peringatan Hari Keluarga Nasional ke-10, di Lumajang, Minggu (29/6) pagi.
Informasi di lokasi kejadian menyebutkan, para aktifis KAMMI itu sebetulnya belum turun ke lapangan ketika penangkapan berlangsung pukul 10.50 WIB. Apalagi presiden baru dijadwalkan masuk ke alun-alun pukul 11.30 WIB.
Para aktivis KAMMI yang berasal dari Universitas Jember, Universitas Brawijaya, Malang dan Universitas Airlangga, Surabaya itu sejak awal memang berniat menggelar aksi unjukrasa memprotes kepemimpinan Presiden Megawati dan berbagai kebijakannya yang kontroversial seperti pembelian pesawat Sukhoi, rendahnya harga beli gabah petani dan makin maraknya korupsi.
Salah seorang aktifis, Hadid Alwi mengaku bisa lolos karena posisinya agak jauh dari para aparat. Saat ditangkap, para pengunjukrasa itu tengah menunggu komando untuk memulai aksi turun ke jalan.
Ke-15 mahasiswa itu diseret dan dimasukkan ke dalam mobil rantis polisi. Puluhan demonstran lainnya berlarian tunggang langgang, menyebar ke berbagai arah. Sementara, masyarakat yang ketakutan ikut berlarian ketika proses penangkapan itu berlangsung.
Hingga hari ini, aktifis mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) masih ditahan Polsek Tekung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Bahkan, jumlah mahasiswa yang ditahan kini berjumlah 16 orang
Menurut Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP.Fransiscus Sasono, seperti dikutip Tempo Interaktif, para mahasiswa itu segera dilepaskan setelah menjalani pemeriksaan. “Mereka hanya ditangkap untuk mengantisipasi terjadinya bentrokan dengan Banteng Muda Indonesia (BMI) dan Satgas PDI-P,” kata Fransiscus Sasono.
Menurut Kapolsek Tekung, AKP Agus Juhandana, pemeriksaan kepada belasan aktifis KAMMI itu dilakukan setelah ada intruksi dari Kapolwil Malang.”Masalah ini dibawah kendali Kapolwil. Kami hanya melaksanakan tugas” kata Agus.
Selain menangkap 15 mahasiswa, Polsek Tekung juga menangkap seorang aktifis KAMMI, yaitu Nurwanto. Belasan mahasiswa yang ditangkap itu adalah Cahyo H, Benny, Dwi Kris, Topo, Burhan, Hasan, Syafi, Umam, Brilian, Mashuri, Sholeh, Nurwanto, Mudjib, Rully dan Isa. Dua yang terakhir adalah mahasiswa dari kota Malang dan yang lainnya dari Jember dan Lumajang.(sk/ti/cha)