Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

UU di Indonesia Kebanyakan Menguntungkan Asing

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 31 Maret 2014 11:27 11:27 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 31 Maret 2014 11:27
Bagikan
Pengelolahan Gas di Natuna
Bagikan

Hidayatullah.com–Selain membahas masalah kekinian di Timur Tengah, dalam “Tabligh Akbar Pengajian Politik Islam “ di Masjid Al Azhar, Ahad 30 Maret 2014, Dr Amien Rais mengaku resahkan banyaknya UU produk DPR dan Presiden yang menguntungkan pihak asing.

“Ambil secara random UU itu. Maka akan ditemukan bahwa kepentingan asing lebih didahulukan. Hampir semua UU merugikan bangsa sendiri,”ungkapnya dengan nada serius.

Pakar Timur Tengah ini  menjelaskan lebih lanjut tentang keadilan ekonomi yang tidak di negeri Muslim ini.

“Pertamina dan Medco misalnya hanya menguasai 20 persen eksplorasi minyak di negeri ini. 80 persen dikuasai Exxon, Mobile Oil dan lain-lain,” terang Amien.

Begitu juga karena ‘terlalu cerdasnya’ pemerintah, sehingga pertambangan Freeport –pertambangan terbesar di dunia- pemerintah hanya dapat royalty 1%.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Padahal ketika saya tanya penambang-penambang Australia yang kerja di sana apakah mereka keberatan jika pemerintah Indonesia mendapat royalti 7%? Mereka menyatakan tidak keberatan dan wajar,”papar Amien.

Suatu saat Amien berkunjung ke Riau dan diceritakan sama sahabat-sahabatnya di sana bahwa pabrik Pengolahan Gas di Natuna/Riau pipanya sampai ke Singapura.

Dan Singapura lah yang menentukan produksi gas di sana. Amien juga menjelaskan bahwa bila dirinya dan Fuad Bawazier misalnya mau membuat perusahaan penerbangan yang melewati Padang, Batam, Riau, Jakarta (rute dalam negeri) izinnya pun harus ke pemerintah Singapura.

Amien mengakui perjalanan reformasi 15 tahun ini dinilai bukan ‘so far so good’ tapi ‘so far so bad’.

“Kesenjangan antara orang kaya dan miskin makin melebar. Ada orang yang makan sampai kemlekaren (kekenyangan, red) tapi ada juga orang yang sampai siang hari tidak makan karena tidak ada makanan,”paparnya.

Karena itu,  mengutip Sayidina Ali, Amien mengungkapkan bahwa orang yang sedang kelaparan tidak bisa diajak bicara tentang Surga dan Neraka.

“Beri makan dahulu, baru bisa diajak berfikir,”terangnya.

Amien menceritakan, suatu saat tahun 1955 ketika ia kelas 5 SD, berlangsung Pemilu. Ia ingat bahwa Partai Masyumi membuat ‘papan reklame’ tentang program-program Masyumi. Ia membaca di papan itu di antaranya tertera programnya memperbaiki jalan dan memperbanyak WC umum.

Kebetulan ada tukang kayu di sampingnya yang ikut membaca. Orang itu kemudian berkata sendiri (‘grenengan’):

“Memperbanyak WC umum, wong makan aja susah,”ujarnya.

Kedekatan dengan Yahudi

Selanjutnya, Amien kemudian mengutip Surat al-Baqarah 120. “Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu sebelum engkau mengikuti agama/millah mereka. Katakanlah ”Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya).”
Amien menjelaskan bahwa dua millah itu tidak ridha dunia Islam tumbuh dengan alami.

Di Indonesia Amien juga menyorot fenomena adanya pemimpin yang mengaku Muslim, tapi dengan non Muslim dan Yahudi dekat sekali.

Fakta yang tidak terbantahkan bahwa Indonesia adalah negara Muslim yang terbesar di muka bumi. Dan di Indonesia ini, menurut Amien, masalah terbesar adalah tidak tegaknya keadilan.

Pakar politik Islam ini menyatakan bahwa Islam adalah “the religion justice”, maknanya umat Islam selalu resah terhadap ketidakadilan atau kezaliman. Karena itu Amien mengusulkan landasan bagi Muhammadiyah, NU dan Dewan Dakwah, di samping amar ma’ruf nahi munkar, perlu ditambah dengan ‘menegakkan keadilan dan menghilangkan kezaliman’.
Amien kemudian dengan fasih mengutip Surat Al A’raf 159, tentang keadilan.

“Dan diantara kaum Musa itu terdapat suatu umat yang memberi petunjuk dengan kebenaran dan dengan itu pula mereka menjalankan keadilan.”

Amien juga menjelaskan bahwa adil itu adalah kosakata dari Al Qur’an. Tidak ada dalam bahasa Jawa, Batak dan lain-lain. Pancasila menyebut adil dua kali dalam silanya. Kemanusiaan yang adil dan beradab dan Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Jadi menurut Amien, penting menegakkan keadilan ini di Indonesia. Apakah keadilan politik, keadilan ekonomi, keadilan hukum dan lain-lain di negeri ini.*

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amien RaisExxon
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Amien Rais: Pembantaian Anggota Ikhwan sangat Kejam
Tulisan selanjutnya Boikot Acara dan Produk yang Tak dukung Umat Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia

Berita
1 September 2026 12:00
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap

Terbaru

  • Tidak Bermanfaat Bagi Negara, Kenya Depak Raksasa Kimia India Tata Chemicals
  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?