Hidayatullah.com– Ismail Yusanto mengatakan, kejadian peledakan bom yang hari ini mendapat perhatian banyak orang itu turut memberi kecemasan dan keresahan pada masyarakat. Indikasinya, beberapa media massa, terutama TV telah ikut-ikutan menuduh dan menyebut para pelaku meski belum jelas benar siapa yang bertanggungjawab. Hari ini, hampir semua media massa dan semua TV menampilkan berita bom. Tetapi, sebagaimana kita tau sebelum-sebelumnya, sangat mudah kita tebak. Menuduh kelompok tertentu meski belum jelas benar diapa yang bertanggungjawab atau ditemukan faktanya, ujarnya pada Hidayatullah.com. Menjelang keberangkatannya ke Jakarta untuk melihat lokasi kejadian, Kamis, (9/9), Menlu Australia, Alexander Downer sempat melemparkan tuduhan bahwa Jamaah Islamiyah (JI) berada di balik kejadian ini. Sebagaimana dikutip koran Sidney Morning Herald, Downer bahkan langsung menyebut JI dibalik bom. “Jadi, apa yang disebut sebagai kelompok Jamaah Islamiyah. Tapi, kami juga belum yakin,” kata Downer. Menurut Downer keyakinan ini disampaikan setelah ada pernyataan pihak yang bertanggungjawab yang mengaku kelompok JI Asia melalui website yang kemudian dimuat di situs ABCNews. Tuduhan-tudann terlampau cepat ini dikhawatirkan Ismail akan menyebabkan keresahan baru di masyarakat. Karena itu, Ismail mengajak media massa dan TV untuk tidak mudah ikut-ikutan menuduh pelaku-pelaku sebelum pihak aparat keamanan menemukan fakta jelas. Kecuali pihak bersangkutan (yang melakukan pengeboman, red) mengaku ya jangan menuduh-nuduh, katanya. Karena itu jangan buru-buru menuduh, tambahnya. Menurut Ismail, pengakuan-pengakuan sepihak seperti itu sangat mungkin dan mudah dilakukan oleh banyak orang. Karena itu, dirinya mengajak media massa untuk tidak mudah buru-buru. Hendaknya tidak buru-buru menuduh pihak tertentu. Sebab tanpa bukti nyata justru akan mudah menghilangkan grand design yang mungkin saja terjadi, tambahnya. (cha)