Hidayatullah.com–Para relawan kemanusiaan yang kini tengah berada Banda Aceh mengaku membutuhkan bantuan berupa alat-alat berat dan logistik untuk mengatasi pengungsi dan korban tsunami. Salah satu staf lembaga relawanan kemuniasaan, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) pusat, dr Jose Rizal SpBO menyampaikan pada wartawan Hidayatullah, melalui sambungan telepon seluler kemarin sore. Menurut dokter spesialis perang dan konflik ini, yang sangat mendesak dan dibutuhkan bagi masyarakat Aceh saat ini adalah alat-alat berat untuk segera mengebumikan jenazah korban tsunami. Kebutuhan tak kalah penting adalah tambahan tenaga relawan dan logistik. Diantara berupa makanan jadi, minuman, pakaian dan obat-obatan. Saat dihubungi, Jose sedang berada di Medan untuk membeli keperluan logistik. Tak Terurus Di tempat terpisah, Sekretaris Majelis Ulama (MUI) Pusat, Dr. Din Syamsuddin yang ditemui wartawan Hidayatullah, di Bandara Polonia Medan sebelum bertolak ke Jakarta mengatakan, kondisi korban sangat memprihatikan dan lebih berat dibanding yang telah ditayangkan di TV dan media massa. Din yang sempat mengunjungi Banda Aceh mengaku melihat sendiri mayat-mayat berserakan di mana-mana dan belum sempat terurus. Saya melihat ada sebuah pasar yang banyak mayat. Dan di sana ada seorang ibu yang kelihatan sangat ketakutan sambil menggendong anaknya, ujarnya pada Hidayatullah. Untuk itu Din berharap bantuan para sukarelawan yang bisa secepat mungkin untuk membantu korban. Ketua KISPA (Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina) ini sangat mengharap kedatangan para relawan kemanusiaan dari sejumlah LSM dan ormas-ormas Islam yang menurutnya banyak tertahan di beberapa Bandara akibat kesulitan masuk Aceh. Sebagaimana diketahui, banyaknya korban yang tidak sebanding dengan jumlah relawan di Aceh menjadikan mayat-mayat tidak terurus dan berserakan di jalan-jalan. Kondisi ribuan mayat itu sudah membusuk dan sangat memprihatinkan jika tidak segera dikebumikan dikawatirkan akan menyebabkan bibit penyayit baru. Sampai hari Rabu (29/12) malam kemarin, masih diinformasikan bahwa korban tewas yang belum berhasil dievakuasi masih banyak dijumpai. Dari Posko Bencana Depkes di Jakarta mencatat hingga kemarin siang korban tewas di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Sumut yang terdata mencapai 32.836 jiwa, dan 1.240 dinyatakan hilang. (ahmad damanik/mahladi/cha)