Hidayatullah.com–Seorang wartawan yang juga relawan kemanusiaan korban bencana tsunami Aceh menyarankan kepada para relawan kemanusiaan yang akan datang ke Aceh dan para penyumbang bantuan. Menurut Dzikrullah (34), seorang wartawan independen asal Jakarta, para penyumbang bencana Aceh disarankan mengawasi langsung barang bantuannya dan diminta mengawal hingga ke tempat tujuan. Jika perlu membagikannya sendiri ke masyarakat yang membutuhkan.
Menurutnya, ini semata-mata, agar semua bantuan dari masyakat itu tidak menjadi sia-sia dan bisa langsung sampai ke tempat yang dituju. “Bukan soal apa-apa, jika tidak begitu, bantuan-bantuan ini akan macet di mana-mana”, ujarnya. Diharapkan sumbangan dari masyarakat itu bisa dikoordinir dan dikawal hingga ke tempat tujuan. Karenanya, masyarakat diminta tak membiarkan begitu saja bantuannya karena rumitnya proses pendistribusian di lapangan.
“Memang akses jalan di wilayah Utara dan Medan sudah mulai lancar. Tetapi dalam kondisi seperti ini, bantuan bisa macet di mana-mana jika tidak dikawal ”, ujar Dzikru saat dihubungi Hidayatullah.com melalui telepon di Pos Relawan Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) di Banda Aceh.
Selain itu, Dzikru juga meminta pada para relawan kemanusiaan yang akan datang ke Aceh untuk menyiapkan dengan baik segala perlengkapan. Diantara perlengkapan penting itu antara lain; tas punggung, perbekalan keperluan sehari-hari meliputi makanan siap santap, peralatan memasak, keperluan kesehatan pribadi termasuk keperluan-keperluan dasar seperti anti septik.
Yang tak kalah penting, menurutnya, adalah kesiapan dan kemampuan fisik para relawan. Sebab dalam kondisi rumit seperti ini, di lokasi amat jauh dari kondisi umum.
Sebagaimana diketahui, semenjak musibah menimpa warga Aceh, hampir semua fasilitas dan instansi pemerintah yang ada praktis terhenti dan tidak berfungsi. Sementara itu, warga Aceh sendiri sedang dilanda beban berat. Kondisi ini akan semakin memperumit keadaan jika para relawan tidak menyiapkan diri dengan baik. (cha)