Hidayatullah.com–Aksi demonstrasi sekitar 15 ribu massa dari Forum Umat Islam (FUI) memprotes pelecehan Al-Qur’an di depan gedung Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Minggu (22/5) berlangsung tertib.
Mulai dari orang tua, muda-mudi, bapak-bapak, ibu-ibu hingga anak-anak yang jumlahnya sekitar 15 ribu orang itu tumplek-blek bergerak menuju Kedubes AS. Perempuan yang mengikuti aksi itu kebanyakan mengenakan kerudung atau jilbab berwarna putih.
Pekikan "Allahu Akbar" dan "Lailahaillah" terus bergema sepanjang jalan menuju Kedubes AS. Di barisan paling depan, massa membentankan spanduk bertuliskan "Islam Bersatu Melawan Arogansi AS".
Massa merupakan gabungan anggota Organisasi Islam dan Parpol Islam. Antara lain; PKS, PBR, PPP, PBB, Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Front Pembela Islam (FPI), Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII), Persis, Hidayatullah dan Hizbut Tahrir Indonesia.
Akibat demo itu, sejak pukul 10.30 kawasan bundaran Hotel Indonesia (HI) berubah menjadi lautan manusia. Mulai dari bundaran HI hingga kawasan Monas dipadati massa yang mengukuti aksi mengutuk AS.
Tunggu Pembalasan
Di depan Kedubes AS, massa ormas Islam itu menggeber spanduk besar bertuliskan empat tuntutan. Pertama, Mr. Bush! Hentikan pelecehan terhadap Islam dan umatnya, kedua, tutup Guantanamo, Abu Graib dan penjara biadab lainnya. Ketika, keluar dari Iraq, Afghanistan dan Negara Islam lainnya. Dan terakhir, tunggu pembalasan Islam.
Siang harinya, puluhan ribu orang itu membubarkan diri dengan menggunakan beberapa kendaraan pribadi dan umum, seperti bus kota, kopaja, dan mikrolet yang disewa. Dalam iring- iringan pulang, mereka tetap menerikan yel-yel “Allahu Akbar,” “Jaga kesucian Qur’an,” dan “Jangan Biarkan Amerika Terus Melecehkan Islam”.
Demonstrasi besar-besaran di berbagai belahan dunia ini sebagai protes terhadap pelecehan Al-Qur’an oleh tentara Amerika di Penjara Guantanamo seperti yang telah diberitakan Majalah Newsweek. Para penyidik AS itu memasukkan kitab suci umat Islam ke dalam toilet demi mengorek informasi tawanan yang sebagian besar muslim tersebut. (lp6/ti/dtc/cha)