Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

FPI dan FUI Kembali Desak Bubarkan Ahmadiyah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 Maret 2009 03:39
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Ratusan massa yang tergabung dalam Front Pembela Islam (FPI) dan Front Umat Islam (FUI) berunjuk rasa di depan kantor Departemen Agama, Jl. Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Kamis (2/7) kemarin. Lagi-lagi, mereka mendesak Menteri Agama segera membubarkan aliran Ahmadiyah.

FPI dan FUI menilai, lima tahun kasus Ahmadiyah berjalan, namun pemerintah belum memutuskan langkah konkret untuk menghentikan ajaran yang dianggap menistakan agama tersebut. Dalam tuntutannya, FUI dan FPI sudah memberikan `harga mati` untuk pembubaran Ahmadiyah.

Para pendemo pantas meradang, karena pemerintah terkesan pilih kasih dalam menuntaskan kasus Ahmadiyah. Sementara dalam kasus Buddha Bar, pemerintah bisa menuntaskan permasalahan tersebut dalam tempo dua pekan. Padahal, Ahmadiyah telah melanggar Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri, dengan menerbitkan majalah pimpinan Ansharuulah Jemaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) edisi 7 dan 8 Juli yang memuat penyiaran dan penyebaran ajaran Islam versi Ahmadiyah.

Melihat kondisi ini, FUI dan FPI menyatakan `perang` jika pemerintah tidak mengeluarkan Keputusan Presiden (Kepres) pembubaran Ahmadiyah. Sayangnya, Depag menanggapi dingin aspirasi pengunjuk rasa. Depag hanya menampung protes pengunjuk rasa dan akan menindaklanjutinya.

Hanya satu yang mendinginkan suasana panas pendemo, Depag berjanji akan meneruskan kasus Ahmadiyah dengan serius dan menuntaskannya dengan tegas.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Sebelum menggelar unjuk rasa, massa FUI dan FPI melakukan Sholat Dzuhur berjamaah di Masjid Istiqlal. Tepat pukul 13.30, massa yang mengenakan seragam putih-putih dilengkapi sorban, bergerak menuju kantor Depag yang jaraknya hanya sekitar 100 meter. Di sana massa terus meneriakkan yel-yel “Bubarkan Ahmadiyah atau Perang”.

Massa membubarkan diri pada Pukul 16.15, usai perwakilan mereka diterima oleh Kepala Biro Umum Depag, Abdul Gani Abu Bakar.

Panglima Komando Laskar Islam, Munarman mengaku heran karena masalah Ahmadiyah berlarut-larut hingga lima tahun.

“Dari saya masih bergabung di YLBHI hingga dipenjara karena menuntut Ahmadiyah dibubarkan dan sampai bebas dari penjara, Ahmadiyah belum juga dibubarkan,” ujar Munarman saat diterima oleh Kepala Biro Umum Depag, Abdul Gani Abu Bakar.

Munarman menilai, terhadap Ahmadiyah, Indonesia takut dengan asing.  “Respon Depag terhadap kasus Buddha Bar cepat dengan meminta pada Pemprov DKI menutup Buddha Bar. Polisi juga memeriksa pengelola Buddha Bar. Tapi sekarang polisi lambat menangani Ahmadiyah, padahal gampang,” sambung Munarman.

Melihat kelambanan ini, massa dua Ormas ini mengancam akan membubarkan Ahmadiyah apapun resikonya. Prinsipnya, jika Depag tidak segera bertindak maka mereka siap perang dengan Ahmadiyah.

Pendemo lainnya yang juga Sekjen FPI, Alkhotot, meminta pada pemerintah untuk segera mengeluarkan Kepres pembubaran Ahmadiyah. Ia yakin ,jika Ahmadiyah bubar, maka Indonesia akan aman dan damai karena selama ini dianggap sebagai sumber malapetaka.

Sejauh ini, Alkhotot menganggap bahwa Ahmadiyah masih aktif dan melanggar SKB tiga menteri. Indikasinya terlihat pada penerbitan sebuah majalah oleh pimpinan Ansharuulah Jemaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) edisi 7 dan 8 Juli yang memuat penyiaran dan penyebaran ajaran Islam versi Ahmadiyah.

Dalam artikel berjudul “Pengumuman Hadrat Muslih Mau`ud”, isinya mengumumkan bahwa Tuhan memberi saya kabar gembira di kediaman Syaikh Basyir Ahmad di 13 Temple Road, Lahore bahwa saya adalah putra yang dijanjikan dan disebutkan dalam Nubuwwatan mengenai Muslih Mau`ud yang melaluinya Islam akan tersebar hingga penjuru dunia.

Kedua, surat PB JAI tanggal 8 Oktober 2008 ditandatangani Amir Nasional JAI, H. Abdul Basith tentang “Baiat memasuki abad baru”, yang isinya antara lain, anggota Ahmadiyah akan terus berjuang hingga akhir hayat untuk menyebarkan Islam dan Ahmadiyah, agar khilafiyah terus berlangsung dan terpelihara hingga hari akhir.

Ketiga surat JAI DPW NTB kepada pimpinan ormas keagamaan dan Ponpes: Ketua MUI NTB tanggal 14 Agustus 2008, yang ditandatangani Jauzi Djafar (ketua) dan Udin al Pancori (sekretaris) perihal SKB 3 menteri tentang Ahmadiyah yang isinya dapat disimpulkan tidak mengakui fatwa MUI bahwa Ahmadiyah sesat dan menyesatkan dan menunjukkan JAI tidak mau mengoreksi ajarannya, serta masih terkait dengan Jaringan Ahmadiyah Internasional.

Menanggapi protes pendemo, Kepala Biro Umum Depag, Abdul Gani Abu Bakar mengatakan, pihaknya akan segera menyampaikan aspirasi para demonstran pada Menteri Agama RI. Ia juga meyakinkan pada para pendemo bahwa dirinya memiliki akidah yang sama dengan para pendemo, sehingga tidak mungkin berkhianat dengan akidah, termasuk dalam persoalan Ahmadiyah. Menurutnya, upaya yang dilakukan pemerintah dalam menangani masalah Ahmadiyah sangat serius.

Namun memang penanganannya dilakukan secara bertahap, sehingga pada saatnya nanti dapat diambil tindakan tegas. “Secara persuasif kita melakukan langkah itu, membina mereka karena mereka juga adalah manusia yang telanjur memiliki faham yang berbeda. Kami ingin agar mereka juga tidak menggerogoti akidah Islam, itu kewajiban bersama,” katanya.

Yang perlu dicatat adalah bahwa Departemen Agama RI dalam konteks memimpin umat dalam keberagaman faham dan agama, maka ada proses untuk menyelesaikan. “Kita buktikan bahwa Depag tidak akan menelantarkan umat Islam apalagi menzalimi. Jangankan umat Islam yang mayoritas di Indonesia, kaum minoritas pun akan dilindungi pemerintah,” imbuh Abdul Gani.

Mendengar pernyataan Abdul Ghani, para pendemo langsung mengungkapkan kekecewaannya. Alasannya, jawaban yang keluar dari mulut Abdul Gani tidak sesuai keinginan pendemo karena cenderung mengambang dan tidak fokus. “Kami sangat kecewa dengan sikap Depag. Sakit bagi kami! Karena khawatir nanti cara menyampaikannya ke Menteri Agama salah,” ujar seorang pendemo. [jak/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hantu Jamaaha Islamiyah
Tulisan selanjutnya Pejuang Taliban Tawan Serdadu Amerika

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Terbaru

  • Laporan: Eurovision Kehilangan 35 Juta Penonton Setelah Israel Tetap Diizinkan Tampil
  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?