Hidayatullah.com–Kampanye dialogis calon presiden Jusuf Kalla dengan para tokoh muslim di Asrama Haji Jl H Nasution Medan, Sumut, Rabu diwarnai menyebarnya fotokopi yang menyebutkan bahwa istri calon wakil presiden Boediono bukanlah beragama Islam.
Fotokopi satu lembar tersebut mulai beredar dari bangku belakang di saat Capres Jusuf Kalla melakukan dialog. Fotokopi tersebut disebarkan salah seorang peserta dialog.
Selebaran tersebut merupakan fotokopi berita dari tabloid Indonesia Monitor edisi 49 tahun I/3-9 Juni 2009 yang mengutip ucapan Habib Husein Al-Habsy bahwa istri Boediono itu bukan beragama Islam. Kampanye dialogis Capres Jusuf Kalla diikuti ribuan muslim dan muslimah. Fotokopi menyebar hampir ke semua orang yang mengikuti kampanye dialogis tersebut.
Sebelumnya, fotokopi berita yang sama juga terlihat di Jawa Tengah, khususnya saat Capres Jusuf Kalla berdialog di Ponpes Fuluhiyah, Mranggen, Demak, Jateng. Namun di Mranggen, fotokopi tidak disebarkan dari tangan ke tangan, tetapi ditempelkan di dinding rumah-rumah warga.
Selebaran serupa juga sampai ke Jawa Timur. Menurut situs Polda Jatim, selebaran serupa beredar di Perumahan Pondok Jati Sidoarjo. Di Sidoarjo, selebaran berjumlah 3 lembar dengan judul masing-masing, “Membongkar kedok Boediono”, “Apa PKS tidak tahu istri Boediono Katolik..?”, dan ”Kisah Kontroversi Wapres Mafia Berkeley.”
Dalam selebaran tersebut dimuat tentang pendapat Habib Husein Al-Habsy bahwa Boediono terpilih jadi Cawapres SBY karena parpol-parpol Islam lemah dalam negosiasi. Mereka cenderung memanfaatkan umatnya demi harta dan kekuasaan.
Membela
Menanggapi kasus ini, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring hari Ahad malam di Padang telah menegaskan bahwa istri Boediono itu adalah seorang muslimah. “Ibu Herawati pernah belajar mengaji pada seorang kader PKS,” kata Tifatul Sembiring usai berlangsungnya kampanye dialogis calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono di ibu kota Provinsi Sumatera Barat itu.
Tifatul Sembiring mengatakan, Herawati Boediono belajar mengaji di Jalan Rasamala, kawasan Bidakara, Jakarta. Ia juga menegaskan bahwa ketika Boediono dan Herawati menikah, mertuanya hadir pada acara yang sakral itu.
“Dulu Pak Boediono yang diserang, kemudian sekarang istrinya. Nanti jangan-jangan para tetangganya juga dipertanyakan agamanya,” kata Presiden PKS itu ketika menyindir lawan-lawan politik pasangan SBY-Boediono ini.
Tim sukses SBY-Boediono juga membela. Mereka menilai, selebaran yang berisi istri Boediono Katolik sebagai black campaign.
“Langkah selanjutnya kami akan melaporkan ke Panwaslu setempat,” kata juru bicara Tim Sukses SBY-Boediono, Rizal Mallarangeng.
Hal itu disampaikan Rizal dalam jumpa pers di Bravo Media Center (MBC), Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (24/6/2009).
Rizal mengatakan, pihaknya juga akan menunggu klarifikasi dari pihak JK-Wiranto. Mereka, kata Rizal, harus menjelaskan apakah penyebaran selebaran di kampanye di Medan itu atas sepengetahuan JK atau tidak.
“Kita tunggu perkembangannya. Kita minta kejelasan dari JK-Wiranto atau tim suksesnya,” kata Rizal. [cha, berbagai sumber/hidayatullah.com]