Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Cerita Pemilu dari Luar Negeri: di Istanbul Surat Suara Kurang, di Doha Berlebih

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 15 April 2019 14:24 2:24 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 15 April 2019 14:20
Bagikan
Suasana Pemilihan Umum di Qatar, April 2019.
Bagikan

Hidayatullah.com– Indonesia melaksanakan pesta demokrasi. Rakyat menyambut antusias. Bukan hanya yang berada di Indonesia saja, tapi juga di berbagai belahan dunia. Puncak pemilu akan diselenggarakan pada 17 April 2019, besok lusa. Di luar negeri (LN), warga negara Indonesia (WNI) sudah menyalurkan aspirasi mereka mulai tanggal 8 – 14 April 2019. Mengikut waktu libur negara tersebut.

Banyak cerita unik dan menarik dari pemilu di berbagai penjuru dunia. Antara lain seperti yang diungkapkan para WNI yang tergabung dalam program Sabil@ (Salimah Berbagi Ilmu melalui media Online). Ini merupakan program organisasi Persaudaraan Muslimah (Salimah) untuk memberi manfaat kepada para Muslimah dari jarak jauh.

Humas Salimah, Rahma, mengatakan, salah satu grup beranggotakan Muslimah Indonesia –disebut Sahabat Salimah– yang saat ini berdomisili di berbagai penjuru dunia ialah Sabil@ Diaspora. Grup ini menggunakan salah satu aplikasi berbagi pesan.

Di sela jadwal kelas diskusi, dari grup ini mengalir berbagi cerita pengalaman WNI saat melakukan pencoblosan yang berakhir Ahad, 14 April kemarin. “Pengalaman yang mungkin berbeda dari yang biasa kita lakukan di dalam negeri,” tuturnya kepada hidayatullah.com dalam rilisnya, Senin (15/04/2019).

Baca: Bertemakan Vintage, Pemilu di Pakistan Tampil Beda

Mulai cerita tentang teknis pencoblosan sampai soal model kotak suara yang ternyata juga berbeda-beda. Sebagaimana informasi yang diterima, kegiatan pemungutan suara di LN dilaksanakan dengan tiga metode. Memilih di TPSLN yang berada di kantor perwakilan RI (KBRI/KJRI/KDEI), memilih dengan Kotak Suara Keliling (KSK) yang bertempat di dekat pemukiman atau tempat kerja WNI, dan metode pos.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Seperti yang dikisahkan oleh WNI yang berada di Jepang, Amerika Serikat, dan Mesir yang wilayahnya jauh dari KJRI, mereka mengikuti pemilihan melalui pos. Tapi memang mereka akan dapat kiriman surat suara via pos jika sudah terdaftar sebagai pemilih dan akan memilih di wilayah tersebut.

Untuk yang belum mengurus pindah wilayah pemilihan, mereka tidak mendapat kiriman surat suara. Itupun, tuturnya, masih ada beberapa kekurangan. Ada yang suaminya dapat, istrinya tidak dapat. Ada yang hanya dapat kertas suara pemilihan presiden saja.

Baca: Pemilu di Kuala Lumpur WNI Membludak, Antrean 400-an Meter

WNI lainnya dari Istanbul, Turki, menyampaikan, sekitar seratus orang tidak bisa menyalurkan hak pilihnya, karena kertas surat suara habis. Sementara dari Doha, Qatar menceritakan kasus sebaliknya, bahwa surat suara berlebih.

Ledia dari Qatar juga menceritakan kalau ada juga petugas keliling. “Pemilu diadakan di titik yang mendekati tempat para pekerja. Seperti misal kalau di sini, pekerja di bengkel, ART atau daerah-daerah yang memang para pekerjanya agak sulit meninggalkan tempat kerjanya,” tuturnya.

Antusias masyarakat Indonesia untuk mencoblos terlihat dari ramainya antrean dalam foto-foto yang dikirimkan. Bahkan di Singapura, beberapa rumah makan Indonesia memberikan diskon bagi yang menunjukkan tinta di jari bekas tanda pencoblosan.

Kotak suara ternyata juga berbeda. Ada yang dari mika transparan, ada dari kaleng, ada juga dari kotak plastik penyimpanan.

Baca: Beda Pilihan Capres, Pasangan ini siap Menikah di Palembang

Aisyah, WNI yang tinggal di Kairo, Mesir berbagi tips berdasar pengalaman mencoblos 13 April lalu.

“Banyak yang bermasalah karena halaman belakangnya ikut tercoblos, atau surat suara lainnya ikut tercoblos. Karena surat suara caleg sangat lebar. Untuk itu mohon diperhatikan, ketika mencoblos diharapkan tenang. Buka surat suara pelan-pelan hingga benar-benar terbuka. Pinggirkan surat suara lain agar tidak ikut tercoblos. Cobloslah dengan Istighfar dan Basmalah,” ungkapnya.

Hasil perolehan suara pemilu LN (real count) berdasarkan penghitungan yang dilakukan PPLN dan KPPSLN baru dapat diketahui setelah proses penghitungan suara pada 17 April 2019 sesuai waktu setempat.

“Semoga segala kekurangan yang berlaku, hanya karena ketidaksempurnaan petugas sebagai manusia. Bukan ada unsur kesengajaan. Berharap ke depan dapat diperbaiki. Dan pemilu yang akan diselenggarakan pada 17 April 2019 di Tanah Air, akan berjalan dengan lancar, tidak ada kecurangan. Sehingga pemimpin yang terpilih dapat memberi manfaat dan pelayanan bagi rakyat Indonesia di manapun berada,” pungkas Rahma.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Luar NegeriMuslimahPemilu 2019Pilpres 2019SalimahWNI
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Muhammadiyah: Harus Dipastikan Pemilu Tanpa Kecurangan dan Penyimpangan
Tulisan selanjutnya Sambut Ramadhan dengan Masjid Ramah Lingkungan & Kesehatan Keluarga

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Berita
18 Juli 2026 11:26
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Terbaru

  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?