Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Lima Guru Amerika Belajar Kurikulum dan Manajemen Pesantren

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 16 Juli 2009 14:59
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Lima orang guru wanita dari lima kota berbeda di Amerika Serikat (AS) akan mempelajari manajemen pendidikan pesantren pada sejumlah pondok pesantren (ponpes) di Yogyakarta.

“Mereka akan tinggal selama sepekan untuk mempelajari proses belajar-mengajar serta kurikulum pendidikan yang diterapkan pada beberapa pondok pesantren di Yogyakarta,” kata Director AsiaPacifiCed Program East-West Center, Namji Steinemann, di Ambon, Rabu.

East-West Center, adalah lembaga penelitian dan pendidikan Amerika Serikat berkedudukan di Hawaii, yang didirikan oleh Kongres AS pada tahun 1960.

Lembaga tersebut bertugas untuk menciptakan terwujudnya pengertian dan pemahaman antarbudaya negara-negara di Amerika dan Asia Pasifik.

Dalam programnya lembaga ini memiliki jaringan luas pada sekitar 500-600 sekolah di Amerika, yang selalu berinteraksi dengan sekolah-sekolah di negara-negara Asia Pasifik.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Lembaga ini sangat tertarik dengan pola pendidikan pondok pesantren yang diterapkan di Indonesia dan ingin dikembangkan di negara lain.

Lima orang guru wanita dari lima kota berbeda di AS itu adalah, Barbara Laman asal New York, Charoline Aloxopeus asal Conneticut, Sussana Bunchan asal Michigan, Susan Milos asal California, dan Judith Carter asal Georgia.

Selama tinggal di ponpes, mereka juga akan berusaha untuk mengenal lebih jauh pola kehidupan para santriawan dan santriawati di setiap pondok pesantren, guna dijadikan bahan kajian para guru dan siswa di Amerika setelah mereka kembali.

Selain tinggal selama sepekan di ponpes, Namji Steinemann bersama lima orang guru itu juga akan mengunjungi yayasan milik Romo Mangun guna mempelajari berbagai hal yang dikembangkan di yayasan tersebut.

“Kami juga akan bertemu para akademisi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) serta berdialog dengan tokoh-tokoh politik guna membuka wawasan kami tentang kondisi politik di Indonesia,” kata dia.

Berbagai hal yang dilakukan ini, menurut Steinemann, tidak lain adalah untuk menunjukkan bahwa sebenarnya bangsa Indonesia bisa berkembang atas inisiatif dan idenya sendiri dan bukan ide impor dari negara lain.

Namji Steinemann bersama lima guru wanita berada di Ambon selama empat hari dalam rangka memfasilitasi program Partnership for Schools Indonesia, yang melibatkan 25 siswa SMP Kristen Rehoboth dan 25 santri Pesantren Darul Quran Al-Anwariyah, Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu, Pulau Ambon, Maluku Tengah, dalam sebuah pertemuan dan interaksi sosial secara bersama.

Para siswa dari dua lingkungan berbeda itu sebelumnya telah menjadi sahabat pena dan saling menyurat dan berkenalan sejak awal Juli lalu, tetapi baru bertemu untuk pertama kalinya pada Senin (13/7) lalu.

Menurut Steinemann, di dunia pendidikan seringkali masalah perdamaian dibicarakan, dan pertemuan yang dilakukan untuk 50 siswa dari dua lembaga pendidikan berbeda itu, dimaksudkan untuk menciptakan terwujudnya pengertian dan pemahaman di antara mereka. “Agama bukan faktor penghalang bagi anak-anak untuk bertemu dan berinteraksi sosial secara bebas,” katanya.

Khusus mengenai Kota Ambon, tandasnya, awalnya dikenal melalui salah seorang guru pesantren yang sedang belajar di Hawaii, di samping ketertarikan akan sejarah pulau rempah-rempah tersebut yang di masa lalu menarik perhatian negara Barat menjajah Indonesia.

“Wajar program ini dilakukan di Ambon karena selain positif bagi siswa dua komunitas, nama besar Ambon dan Maluku yang menyebabkan Columbus bisa menemukan benua Amerika. Colombus pernah tersesat sampai di Pulau Banda. Ini cerita menarik untuk diurai dan Banda adalah Bali di Maluku,” kata Steinemann.

The East-West Center adalah sebuah organisasi pendidikan dan penelitian yang mendapat pengakuan internasional dan didirikan oleh Kongres Amerika Serikat pada tahun 1960 untuk memperkuat pemahaman dan hubungan antara Amerika Serikat dan negara-negara di wilayah Asia Pasifik. East-West Center membantu dalam membentuk komunitas Asia Pasifik yang stabil, damai dan sejahtera, di mana Amerika Serikat merupakan mitra utama yang dihargai.

East-West Center mengaku, menyediakan program penelitian interdisipliner yang meneliti isu-isu penting dalam hubungan Amerika Serikat-Asia Pasifik.

Sebagaimana diketahui, sebagai badan nirlaba milik pemerintah, East-West Center menerima dana untuk menjalankan program-programnya dari pemerintah Amerika Serikat. Selain itu juga mendapat dukungan keuangan dari badan-badan swasta, perorangan, perusahaan, dan pemerintah di wilayah Asia-Pasifik, di antaranya dari Ford Fondation, lembaga yang dikenal mengkampanyekan paham liberal di Indonesia.  [ant/hid/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migratepesantren
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Puluhan Dai dan Guru Pesantren Sudah Pernah ke Amerika
Tulisan selanjutnya Kepolisian Los Angeles Angkat Seorang Imam Muslim

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?