Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Produk Mamin China Mudah Masuk ke Indonesia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 Maret 2010 21:34
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com — Kekhawatiran penguasaan pasar Indonesia oleh jaringan bisnis asal China mulai dirasakan beberapa pihak. Jaringan bisnis China disinyalir sudah menggurita hingga ke tingkat konsumen akhir.

Hal itu terungkap sebagaimana hasil pemantauan pemerintah, antara lain oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, yang sudah mengembangkan sistem peringatan untuk mengantisipasi dampak buruk Perjanjian Perdagangan Bebas ASEAN dan China.

Ketua Komite Tetap Industri Makanan, Minuman dan Tembakau Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Thomas Darmawan, mengatakan, memang untuk produk-produk makanan minuman (mamin) hasil olahan (dalam bentuk kemasan) dari China relatif lebih mudah masuk ke Indonesia.

Namun dia menegaskan, barang-barang impor tersebut harus tetap memiliki legalitas dan memenuhi standar.

“Importirnya harus terdaftar. Kalau sudah masuk harus ada izin edar, dan juga harus lewat karantina,” kata Thomas, ketika dihubungi Hidayatullah.com, Rabu (17/03).

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Menurutnya, terbentuknya jaringan bisnis besar oleh China di Indonesia sebab pihak mereka tahu pasar di Indonesia terbilang besar.

“Saya tidak tahu jika di sana ada diskriminasi atau nembak. Tapi waktu dua jam, kalau memang memenuhi prosedur, kenapa tidak. Justru sekarang lebih cepat lebih baik, sistemnya kan komputerisasi. Apalagi sekarang sudah diterapkan National Single windows (NSW),” papar Thomas.

Thomas menjelaskan, NSW sudah diterapkan di pelabuhan-pelabuhan besar di Indonesia yaitu pelabuhan Tanjung Perak, Tanjung Mas, Belawan, dan Bandar Udara Soekarno Hatta.

NSW merupakan sistem pelayanan ekspor dan impor dengan menggunakan sistem elektronik terintegrasi melalui satu portal. Lewat sistem ini, pemerintah berharap kualitas pelayanan dan pengawasan kegiatan perdagangan bisa ditingkatkan lewat satu pintu.

Dengan begitu, kata Thomas, pengawasan perdagangan bisa dilakukan secara efektif.

“Perizinan, karantina, izin edar, daftar importir, semua ditangani di sana,” kata Thomas, yang juga mantan Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI).

Produk-produk dari China, jelas Thomas, memang termasuk barang-barang yang ditakuti peredarannya di banyak negara. Apalagi data statistik 5 tahun lalu menunjukkan, pengusaha-pengusaha yang ada dikuasai oleh asing.  

Sebagaimana diketahui, dari pantauan pemerintah, penguasaan pasar Indonesia oleh jaringan bisnis asal China sudah menggurita. Dikhawatirkan ada pelanggaran kepabeanan.

Karena itu, pemerintah akan melakukan pengawasan ketat terhadap  127 pelabuhan di seluruh Indonesia untuk melihat kemungkinan terjadinya pelanggaran kepabeanan, demikian  kutip Thomas. [ain/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinaold migrateproduk
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tembok Baja Gaza-Rafah Hampir Rampung
Tulisan selanjutnya Presiden IIBF : Obama Datang Tagih Janjinya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Berita
15 Juli 2026 20:18
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?