Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Uni Eropa Jual Alat Penyiksa Tahanan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 Maret 2010 23:59
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Peralatan yang dirancang untuk menyiksa para tahanan ternyata masih terus diekspor oleh negara-negara anggota Uni Eropa, meskipun sejak empat tahun lalu telah dilarang. Hal itu terungkap dalam sebuah laporan terbaru Amnesty Internasional.

Amnesti Internasional menemukan bahwa perusahaan yang berasal dari 27 negara anggota UE memanfaatkan celah pengawasan atas larangan tersebut.

Menurut mereka, larangan yang sudah diberlakukan sejak 2006 itu harus diperluas cakupannya, karena banyak jenis peralatan yang belum tercakup di dalamnya. Sebut saja Nidec asal Spanyol yang memproduksi ‘borgol kejut’ selama beberapa tahun terakhir.

Tidak seperti ‘ikat pinggang kejut’, borgol beraliran listrik itu tidak secara jelas disebutkan dalam larangan yang ditetapkan Uni Eropa.

Para pejabat di markas Uni Eropa mengatakan, temuan itu akan menjadi bahan diskusi guna memperkuat larangan yang berlaku.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Seorang sumber UE yang tidak ingin disebutkan namanya, mencoba mengelak dengan mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada tindakan yang diambil atas hal itu, karena anggota Komisi Uni Eropa sekarang baru dilantik Februari lalu.

“Saat ini semuanya agak terbuka,” katanya kepada Inter Press (18/3)  “Tapi bukan karena kita suka ada lubang, melainkan karena tim yang baru ini, baru saja mulai bekerja.”

Namun David Nichols yang menggeluti masalah kebijakan luar negeri UE di Amnesty Internasional, mengomentarinya sebagai “sebuah pamakluman atas tidak adanya tindakan,” karena mereka sebenarnya telah memberitahukan hal ini kepada UE sejak dulu.

Dalam laporan itu juga disebutkan bahwa Jerman dan Ceko mengekspor alat penyiksa ke sembilan negara, termasuk ke Georgia, Pakistan, India, dan China. Peralatan yang diekspor berupa alat semprot kimia, borgol dan senjata kejut listrik.

Pemerintah negara-negara Uni Eropa dinilai tidak cukup terbuka tentang sejauh mana mereka melaksanakan aturan tersebut. Setiap negara seharusnya memberikan laporan tahunan, tapi hingga saat ini hanya tujuh negara yang melakukannya. Mereka adalah Bulgaria, Republik Ceko, Jerman, Lithuania, Slovenia, Inggris, dan Spanyol.

Sebagai negara yang menentang penyiksaan, seharusnya pemerintah anggota UE mewujudkan kata-kata mereka menjadi tindakan nyata. Mereka harus melakukan pengawasan efektif dan memastikan bahwa alat-alat yang dijualnya tidak digunakan sebagai alat untuk menyiksa tahanan.  Demikian menurut Michael Crowley dari Omega Foundation yang kerap melakukan penelitian di bidang HAM. [di/ips/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Stop Pencitraan Buruk Muslim Oleh Media!
Tulisan selanjutnya Obama Batal Berkunjung, HTI Masih Demo

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Berita
31 Mei 2026 04:41
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?