Hidayatullah.com–Salah satu rahasia agung yang dikandung di dalam Al-Quran tentang kesuksesan nampaknya belum menjadi daya tarik sebagian besar umat Islam untuk meraih sukses dengan visi dunia akhirat, khususnya dalam dunia bisnis dan pendidikan. Untuk sukses, umat harus memulainya dari spirit-spirit wahyu.
Pernyataan ini disampaikan Imam Muhajirin al-Fahmy selaku Direktur Magistra Utama pada Studium General Mahasiswa Pascasarjana di aula Universitas Ibn Khaldun Bogor.
“Kami mengambil prinsip utama dalam lembaga kami (Magistra Utama) dari Al-Quran, yakni prinsip khairu ummah (sebaik-baik ummat). Dari spirit ini kami punya komitmen untuk bekerja lebih cepat, lebih tepat dan lebih baik. Sederhana saja, dalam hal ini salah satunya kami mengambil contoh perjuangan Sultan Muhammad Al-Fatih yang mampu menaklukkan konstantinopel dengan lima ribu pasukan yang cekatan, disiplin dan tentunya memiliki iman yang kuat. Mereka bisa mengangkat perahu ke darat bahkan naik gunung,” terang Imam.
Kami juga memiliki tiga prinsip utama, di mana bekerja adalah untuk ibadah, pengabdian kepada ummat dan sebagai bentuk rasa syukur atas karunia Allah SWT. Maka dari itu kita harus lebih disiplin, lebih komitmen dan lebih yakin bahwa kita akan menang dengan pertolongan Allah SWT,” imbuhnya.
Pria yang pernah tercatat aktif sebagai aktivis dakwah di kampus Universitas Negeri Malang ini, mengajak mahasiswa menjadikan umat Islam nomer satu di dunia. Dan, kembali sukses dengan manajemen Islami.
“Apapun yang kita kerjakan harus merupakan ekspresi umat terbaik, agar umat Islam bisa menjadi nomer satu di dunia dalam segala bidang.
Selama ini kita biarkan umat lain yang jadi juara sedangkan kita rela menjadi umat yang tak berdaya. Ingat spirit ini harus kita miliki dalam setiap diri muslim, sebab jelas tantangan dari berbagai arah telah siap menghancurkan umat Islam. Kalau kita tidak kembali kepada Islam, jelas kita akan kalah,” tegasnya.
“Dengan cara apa, ya kita harus mengamalkan nilai-nilai Islam dalam praktik pendidikan dan bisnis kita. Kejujuran, kasih sayang, kesungguhan (mujahadah), menyambung tali silaturrahmi dan bekerja lebih baik dengan spirit beribadah kepada-Nya,” tambahnya.
Menurut pria yang kini juga menjabat sebagai manajer penerbit Gema Insani Press itu, hingga detik ini masih ada beberapa kalangan pengusaha muslim yang menjadikan teori materialisme sebagai model dalam usahanya. Mereka menipu, mengurangi timbangan dan menganggap konsumen sebagai orang yang tidak perlu diberikan kasih sayang.
“Praktik seperti ini tidak akan mendatangkan kebahagiaan, untung mungkin dalam hal materi dan itu sebatas di dunia saja, lalu akhiratnya mana? Padahal jelas janji Allah bahwa tidak ada balasan untuk orang yang berbuat baik, kecuali kebaikan pula,” pungkasnya sambil menyebutkan bahwa spirit kebaikan itu ada dalam surah al-Rahman ayat ke 60.
Padahal, di dalam Al-Quran spirit, jalan, dan kaidah untuk meraih kesuksesan itu begitu nyata. Sayang, hingga detik ini semua itu belum dimaksimalkan dalam dunia aksi.
Acara Studium General Mahasiswa Pascasarjana yang bertema “Sukses Bisnis dan Pendidikan Dengan Manajemen Islami” itu juga dihadiri oleh Direktur PPS Pendidikan Islam UIKA, Dr. Adian Husaini dan seluruh mahasiswa serta beberapa alumni UIKA Bogor. [imam/hidayatullah.com].