Hidayatullah.com–Melalui rapat komisi yang berjalan cukup alot, akhirnya peserta Silaturahmi Nasional Ahlul Bait Indonesia ke V yang digelar di Asrama Haji Pondok Gede selama 3 hari pada tanggal 02-04 April 2010, memutuskan mengubah status Ahlul Bait Indonesia menjadi organisasi masyarakat (ormas). Sementara ini nama yang digunakan adalah Fitrah.
Sebagaimana dikutip dalam laman resmi Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB) Regional Indonesia, Sabtu (3/4) kemarin, disebutkan pula beberapa keputusan, seperti diberlakukannya khumus, yakni lembaga yang berfungsi menangani dana khumus (pungutan) bagi para pengikut Ahlul Bait dan mendistribusikannya kepada orang-orang yang membutuhkan.
Menurut ajaran Ahlul Bait, orang-orang yang mampu harus menyisihkan dana sebesar 20 persen, setelah dipotong kebutuhan selama satu tahun. Dana ini disebut dengan istilah khumus.
“Khumus sudah dikelola oleh sebuah lembaga. Yang lebih menariknya, dana itu dikelola secara transparan dan dipertanggungjawab di depan publik, ” jelas Otong Suleiman, peserta Silatnas. Dalam rangkaian acara Silatnas tersebut, digelar pula presentasi berbagai kegiatan sosial kepada pengikut Ahlul Bait.
Yayasan Jaushan yang berpusat di Malang, misalnya, mempresentasikan kegiatan sosialnya dalam membantu para korban gempa di nusantara dan kegiatan-kegiatan sosial lainnya. Dengan demikian, para pengikut Ahlul Bait kini, sudah mempunyai lembaga sosial yang aktif di bidang kemanusiaan dan sosial.
Situs itu juga menyinggung peran Voice of Palestina yang akrab dengan singkatan VOP yang ikut mempresentasikan kegiatan-kegiatan Peduli Palestina. Mujtahid Hashim sebagai pimpinan VOP menyinggung demo Al-Quds yang diperingati setiap tahun di hari Jumat terakhir pada bulan Ramadhan. Palestina yang hingga kini ditindas Zionis Israel, harus menjadi pusat perhatian umat Islam, khususnya para pengikut Ahlul Bait.
Tak ketinggalan pula, Jamiatul Mostafa, pusat pendidikan agama di Iran yang membuka kantor di Jakarta, ikut berpartisipasi dalam Silatnas ini. Banyak para peserta di Silatnas yang menanyakan sistem seleksi penerimaan mahasiswa di Republik Islam Iran, khususnya untuk bidang agama.
Para peserta juga menanyakan proses pendidikan selain bidang agama. Dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, Jamiatul Mostafa menjelaskan, proses rekrutmen para mahasiswa agama dan berupaya akan menyalurkan para mahasiswa yang tertarik di bidang selain agama. [ain/irib/hidayatullah.com]