Hidayatullah.com–Wakil Presiden Boediono direncanakan meninjau persiapan haji di Arab Saudi selama empat hari pada 13-16 Mei. Rencananya, Boediono akan mengunjungi Makkah dan Madinah sambil melaksanakan umrah.
“Pak Wapres akan berkunjung ke Arab Saudi Kamis ini untuk memantau persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini,” kata Sekjen Kementerian Agama Bahrul Hayat, jelang Rapat Panja Biaya Penyelenggaran Ibadah Haji di Gedung DPR, Senin (10/5).
Bahrul menyebutkan, Wapres akan meninjau persiapan pemondokan bagi jamaah haji di Makkah. Komponen pemondokan merupakan salah satu hal penting untuk memastikan kenyamanan jamaah dalam melaksanakan ibadah haji. Boediono juga akan mengunjungi persiapan tenda penginapan wukuf di Arafah dan rencana pelaksanaan pelemparan batu di Mina. “Nanti Pak Wapres juga akan mengunjungi Arafah dan Mina,” ujarnya.
Usai berkunjung ke Arab Saudi, Wapres akan melanjutkan perjalanan menuju Iran. Hal itu dilakukan untuk menghadiri pelaksanaan konferensi tingkat tinggi G-15 pada 17 April 2010. Sementara itu, G15 merupakan kelompok negara berkembang dari wilayah Asia, Afrika, Amerita Utara, dan Amerika Selatan. Grup ini didirikan pada September 1989 di Yugoslavia.
Tagih janji
Pemerintah Indonesia saat ini meminta Kerajaan Arab Saudi merealisasikan kesepakatan penambahan gerbang pemulangan di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, bagi jamaah haji Indonesia. Tambahan ini untuk menghindari terulangnya penumpukan antrian jamaah seperti terjadi tahun lalu yang bisa memakan waktu berjam-jam.
“Tahun lalu untuk pemulangan hanya satu gate. Tahun ini, kita minta dua gate supaya mengurangi antrian,” kata Bahrul Hayat.
Berdasarkan nota kesepahaman (MoU), menurut Bahrul, Kerajaan Arab Saudi menyanggupi penyediaan dua gerbang pemulangan karena Indonesia memiliki jamaah haji terbanyak. Untuk merealisasikannya, Arab Saudi melakukan pembangunan penambahan gerbang Bandara King Abdul Aziz.
“Kita harapkan penyelesaian pembangunan gate bandara King Abdul Aziz bisa lebih cepat karena janji mereka tertulis di MoU, kita dikasih dua gate,” harapnya.
Bahrul mengeluhkan kebijakan Kerajaan Arab Saudi yang mewajibkan seluruh jamaah haji tahun lalu melakukan pindai sidik jari saat diproses imigrasi setempat. Akibatnya, proses kedatangan jamaah haji Indonesia di bandara bisa menghabiskan waktu tiga hingga empat jam per kloter. “Sebelum ada kebijakan ini, proses imigrasi paling hanya dua jam,” ucapnya. [Pinmas/hidayatullah.com]