Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

PWNU Jateng: NU Tidak Kenal Tradisi Pembekuan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 11 Mei 2010 21:13
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah menegaskan bahwa ancaman pembekuan PWNU Jawa Timur merupakan sebuah tindakan yang tidak lazim karena di tubuh NU tidak pernah mengenal tradisi pembekuan.

“Tidak ada tradisi semacam itu (pembekuan, red.) dan pembekuan biasanya hanya berlaku di partai politik. Ini semakin kelihatan bahwa cara yang diambil lebih politis dari kepengurusan NU di bawah Pak Hasyim Muzadi,” kata Wakil Ketua PWNU Jawa Tengah Abu Hafsin, di Semarang, Senin (10/5).

Abu Hafsin menilai, wajar penolakan yang dilakukan PWNU Jawa Timur terhadap kepengurusan PBNU baru, karena dibentuk tanpa melibatkan tim formatur. Sementara Ketua Rois Syuriah PWNU Jatim menjadi tim formatur untuk perwakilan Jawa.

“Kami memahami ketidakpuasan PWNU Jatim. Banyak pengurus wilayah lainnya yang sebenarnya membiarkan (kepengurusan yang baru, red.), karena yang penting tidak terjadi kekacauan dan NU bisa berjalan dengan baik,” katanya.

Abu Hafsin menjelaskan bahwa dalam rapat tim formatur di rumah Rois Aam PBNU KH Sahal Mahfudz di Pati, Jawa Tengah pada 12 April 2010, di antaranya memutuskan Wakil Rois Aam terdiri dari dua orang, yakni KH Hasyim Muzadi dan KH Mustofa Bisri. Akan tetapi kemudian kepengurusan PBNU yang diumumkan berbeda.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Kalau kepengurusan tidak atas kesepakatan formatur, maka wajar kalau kemudian banyak PWNU dan PWNU Jatim tidak puas. PWNU Jatim mengumpulkan sejumlah PCNU dan hasilnya meminta diadakan musyawarah luar biasa (MLB) jika tidak dikembalikan kepada pengurusan awal,” katanya.

Najahan, Wakil Ketua PWNU Jateng, menambahkan bahwa NU adalah organisasi yang sudah tertata dan mengedepankan demokrasi. Hasil muktamar sebagai majelis tertinggi organisasi harus dihormati semua pihak, termasuk menghormati pembentukan pengurus.

“Semuanya harus tunduk kepada garis organisasi dan bukan tunduk kepada personal,” katanya.

Dapat jaminan

Sebelumnya, salah seorang Wakil Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf mengancam akan membekukan PWNU Jawa Timur jika masih berkeinginan menyelenggarakan muktamar luar biasa (MLB).

“Silakan saja gelar MLB dan bentuk kepengurusan sendiri. Biar nanti kami buat PWNU Jatim yang baru,” katanya saat ditemui di gedung DPRD Jatim, Jalan Indrapura, Surabaya, Senin (10/5).

Ia menduga wacana MLB itu diembuskan oleh pihak-pihak yang tidak puas dengan hasil Muktamar NU di Makassar, Sulawesi Selatan, beberapa waktu lalu.

Sementara itu, lanjut dia, Ketua Tanfidziyah PWNU Jatim K.H. Mutawakkil Alallah tidak tahu-menahu soal wacana MLB yang diembuskan beberapa pengurus PWNU Jatim dengan mengumpulkan sejumlah PCNU.

“Saya sudah mendapatkan jaminan dari Kiai Mutawakkil, beliau tidak tahu-menahu dengan wacana itu,” kata Wagub Jatim itu usai mengikuti Sidang Paripurna DPRD Jatim.

Ia juga mengaku mendapatkan informasi bahwa 15 PCNU yang dikumpulkan di Surabaya, Minggu (9/5) lalu, tak ada satu pun yang setuju MLB untuk menggusur kepemimpinan duet K.H. Sahal Mahfudz dan K.H. Said Aqiel Siradj yang terpilih dalam Muktamar di Makassar itu.

Saifullah Yusuf beranggapan orang-orang yang sengaja menginginkan digelarnya MLB itu memiliki orientasi kedudukan, bukan semata-mata ingin berbakti kepada organisasi jam`iyyah yang didirikan para ulama pada 1926 itu.

“Yang perlu dicatat, di NU itu tidak ada orang yang mencari jabatan. Kalau tidak setuju dengan kepengurusan sekarang, ya sudah pergi saja,” kata salah satu keponakan mantan Ketua Umum PBNU K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu. [ant/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tes Penerima Beasiswa ke Sudan
Tulisan selanjutnya Intel dengan Visa Turis

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?