Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Polri Dianggap Ringan Tangan Hadapi Terduga Teroris

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 18 Mei 2010 19:20
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menilai tindakan pasukan Densus 88 menangkapi dan menembaki orang yang diduga teroris hingga tewas, sudah melampaui nilai-nilai HAM. Komnas HAM pun meminta pihak keluarga korban melaporkan kesewenangan yang menimpa mereka.

”Pihak keluarga korban sebaiknya mempertanyakan tentang anggota keluarga mereka yang dituduh aparat sebagai teroris. Komnas siap menerima pengaduan,” seru Wakil Ketua Komnas HAM, Nurkholis, Ahad (16/5).

Pasalnya, Komisioner menilai, keluarga punya hak atas informasi yang jujur dan benar atas perlakuan sewenang-wenang aparat, tanpa disertai dasar hukum itu. Pengaduan keluarga tersebut akan dijadikan Komnas HAM sebagai dasar bukti pemanggilan awal kepada Densus 88.

Apalagi jika ada perlakuan tidak adil dari aparat. ”Jika terbukti, Komnas HAM akan merekomendasikan prosesnya ke ranah hukum,” janji Nurkholis.

Sedang Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (Kontras), Haris Azhar, mengritik tindakan Densus 88 yang ringan tangan menembak hingga mati tersangka teroris. Tindakan brutal itu dinilai tak membuahkan solusi untuk mengentaskan terorisme.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

”Penembakan terhadap mereka yang diduga teroris justru akan meniadakan info untuk membongkar jaringan teroris,” sesal Haris.

Apalagi, imbuhnya, korban yang tertembak itu masih diduga, sehingga belum terbukti lewat proses peradilan yang adil.

Ia menilai, tindakan aparat keamanan yang semena-mena, justru hanya membuat Polri krisis profesionalisme dan kredibilitas.

”Menumpas teroris adalah sebuah keharusan. Namun, usaha tersebut harus sesuai prinsip hukum yang baik dan menjamin tidak ada hak asasi yang terlanggar,” cetus Haris.

Haris menambahkan, penembakan terhadap orang-orang yang diduga teroris hanya boleh dilakukan jika polisi dalam posisi terancam jiwanya saat melakukan penangkapan. Seharusnya, kalau Polri serius dalam membasmi terorisme, maka harus berusaha keras menangkap para teroris dengan bekal penerapan hukum yang baik.

Mengganggu rasa keadilan

Sebelumnya Guru Besar Pemikiran Islam dari IAIN Imam Bonjol Padang, Prof. Dr. Duski Samad, menilai, cara polisi menangani teroris telah menganggu rasa keadilan masyarakat.

“Kok selalu harus ada korban, harus mati. Itu terjadi ketika tersangka teroris memakai senjata laras pendek, berhadapan dengan polisi yang menggunakan senjata laras panjang. Kesannya, polisi kurang profesional,” kata Duski di Padang, Jumat.

Mestinya, kata dia, polisi juga menghormati rasa keagamaan dan keadilan masyarakat.

“Siapapun bisa melihat, kesannya penggerebekan teroris tersebut berkaitan dengan rencana kedatangan Presiden Amerika Serikat, Barack H. Obama. Ketika datang orang-orang penting dari AS, selalu ada perburuan terhadap teroris,” kata pengurus MUI Sumbar itu.

Ia mengatakan, cara-cara yang dilakukan polisi dengan menembak mati tersangka teroris, mengakibatkan terganggunya perasaan masyarakat.

“Masa dengan jumlah tersangka yang tidak seberapa, lalu polisi jumlahnya banyak bersenjata lengkap, harus memberondong. Alangkah indahnya kalau mereka ditangkap,” katanya.

Sedang Ketua MUI Jatim KH Abdhushomad menyesalkan Polri yang kerap menyebut teroris dengan gelar ustaz.

“Tidak usah menggunakan sebutan ustazlah. Sebut saja namanya bin siapa gitu saja. Kalau menggunakan ustaz dan istilah Islam lainnya, seakan-akan Islam sengaja diseret-seret ke dalam isu terorisme,” katanya. [Rep/ant/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migratePolri
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 27,1 Juta Orang Terlantar Selama 2009
Tulisan selanjutnya Padang Miliki Perda Pengelolaan Zakat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?