Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Indonesia Ikut Teracuni Paham Feminisme

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 Juni 2010 13:24
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Tak pelak, kini, banyak negara yang teracuni paham proyek Barat ini, tak terkecuali Indonesia. Sebuah organisasi dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan, negara dikatakan maju jika memperlakukan lelaki dan perempuan dalam posisi yang sama (equality) dalam berbagai bidang; sosial, politik dan ekonomi.

Pernyataan itu terungkap dalam diskusi pemikiran Islam di Aula Fadjar Notonegoro Fakultas Ekonomi (FE) Unair, Surabaya Kamis (24) siang. Hadir sebagai pembicara Direktur Institute for The Study Islamic Thought and Civilization (INSITS), Dr. Hamid Fahmi Zarkasyi.

Terkait Indonesia, racun feminisme telah jauh menggerogoti tubuh negara ini. Terbukti, adanya Undang-Undang (UU) yang mengharuskan keterwakilan perempuan dalam dunia politik dan parlemen sebanyak 30 persen. Seperti yang ada dalam UU No. 10 tahun 2008 tentang Pemilu Legislatif dan UU No. 2 tahun 2008 tentang Partai Politik (Parpol).

Hamid mengatakan, feminisme adalah rekayasa Barat untuk menghancurkan struktur konsep Islam. Feminisme sendiri dilahirkan oleh postmodernisme yang kelahirannya diawali oleh relativisme. Paham ini mengklaim semua kebenaran relatif dan tak ada kebenaran mutlak, termasuk Islam.

Setelah kelahiran relativisme disusul kemudian nihilisme. Dalam hal ini, Nietzche pernah mengatakan, tuhan telah mati atau dengan ungkapan lain, tuhan sudah tidak ada. Setelah itu, muncul kemudian gender equality (persamaan gender) atau feminisme.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Paham tersebut kemudian diasong oleh orang-orang liberal. Sehingga Islam dikatakan bias gender dengan menggunakan dalil-dalil Al-Quran untuk menjustifikasi hal itu.

Padahal, menurut Hamid, Barat sendiri tidak pernah konsisten terhadap yang ia pahami. Seperti feminisme, di AS sendiri jumlah perempuan di parlemen lebih sedikit ketimbang di Indonesia.

Dengan UU “feminisme” tersebut, tidak jadi jaminan Indonesia maju sebagaimana dikatakan PBB. Bahkan, Indonesia tertinggal dengan Jepang, sebuah negara yang jumlah representasi perempuannya di dewan tidak sebesar Indonesia.

Menurut Hamid, tak usah jauh-jauh mengambil contoh AS sebagai pembuat feminisme, sebab negara Paman Sam itu berwajah ganda alias inkonsisten dengan pahamnya sendiri. [ans/hidayatullah.com]       

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya ”Perlukah Pendidikan Berkarakter?”
Tulisan selanjutnya Agar “Pensiun” Kita Lebih Berkah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade

Berita
21 Juli 2026 18:02
SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Terbaru

  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?