Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Negara-negara Kapitalis Menggantungkan Hidupnya pada SDA Negara Islam

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 22 Oktober 2012 14:27
Bagikan
Artawijaya : Lutfhie As Syaukanie sebaiknya jangan asal bicara
Bagikan

Hidayatullah.com—Penulis buku-buku Islam yang juga dikenal seorang wartawan, Artawijaya menilai pendapat pegiat liberal Luthfie As Syaukanie yang mengatakan tidak ada negara yang maju dengan syariat Islam dinilai sangat dangkal. Bagi Artawijaya pada faktanya negara seperti Amerika Serikat (AS) sendiri penuh dengan kesenjangan ekonomi meski telah memilih jalan sekuler. Kemajuan sebuah negara seharusnya dinilai seberapa besar kemakmuran dirasakan oleh rakyat di negara tersebut.

Buktinya menurut Arta, di Arab Saudi hingga Mesir angka kemiskinan sangat minim dibanding negara yang menggunakan sistem sekuler seperti AS dan Indonesia sendiri.  Arta menilai pendapat Luthfi yang merendahkan sistem syariat jelas tidak mendasar.

“Ketidakadilan terhadap buruh, liberalisasi aset-aset negara seperti Freeport, Blok Cepu hingga Blok Mahakam hingga angka kemiskinan yang melonjak itu bukti gagalnya sistem negara sekuler,” jelas Artawijaya kepada hidayatullah.com usai kajian buku “#IndonesiaTanpaLiberal” di Islamic Center AQL Tebet Jakarta Selatan, Ahad (21/10/2012) kemarin.

Hingga hari inipun menurut Arta negara-negara kapitalis justru menggantungkan hidupnya kepada sumber daya alam negara-negara Islam.

Arta mencatat sekita tahun 1967-an negara-negara Arab pernah memboikot subsidi minyak ke AS dan Israel. Saat itu ketidakstabilan ekonomi langsung membuat pemerintah Washington panik. AS lantas mengemis-ngemis minyak ke negara-negara Islam.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Sumber daya alam itu tidak akan habis karena ia bersumber dari Allah Subhanahu Wata’ala, jelas itu bukti orang yang menegakkan syariat Allah akan selalu diberkahi dibandingkan orang-orang yang menjauhkan agama dari kehidupan bernegara,” jelas Arta lagi.

Arta juga membantah pendapat Lutfhi bahwasanya isu Islam sudah tidak laku lagi ‘dijual’ di peta perpolitikan Indonesia, menurutnya itu kesalahan itu tidak terletak pada gagasan Islamnya namun para penggerak di partai Islam itulah yang tidak amanah dengan komitmen keislamannya.

“Kalau mau survey, sebagian besar umat Islam menolak demokrasi karena demokrasi tidak mengakomodir hak untuk menegakkan syariat Islam,” jelas Arta.

“Sekarang yang tidak konsisten kan demokrasi itu sendiri karena selalu mengkebiri hak syariat umat Islam,” tambahnya.

Terakhir Arta menilai, gagasan sekulerisme yang menghalalkan gaya hidup materialisme dan kapitalisme sangat hipokrit. Kapitalisme menurutnya menilai kemajuan sebuah negara dari berapa banyak tampilan kemewahan, padahal dibalik kemewahan itu terdapat penindasan dan kesenjangan ekonomi yang tajam.

Sedangkan syariat Islam dia menghidupkan persamaan sesuai dengan proporsi keadilannya. Kehidupan sederhaan dan non individualistik hanya salah satu segmen kecil yang dihidupkan oleh syariat dalam gagasannya yang syamil dan mutaqamil (mencakup semua lapisan kehidupan kehidupan).

Sebelumnya, pegiat jaringan Islam liberal (JIL) yang juga, Deputi Direktur eksekutif Freedom Institute, Luthfi Assyaukanie mengatakan dalam sebuah wawancara media  mengatakan  tidak ada negara yang maju dengan menggunakan syariat Islam.

“Negara-negara Islam melawan kodrat manusia, jadi tidak akan bisa maju. Manusia itu kodratnya menginginkan kebebasan pada dasarnya. Sementara negara-negara yang menerapkan itu, memusuhi kebebasan itu. Misalnya di Arab Saudi, perempuan tidak diperbolehkan mengendarai mobil sendiri. Orang mau bicara politik tidak boleh, di sana orang tidak boleh demonstrasi,” demikian Lutfie  dalam sebuah wawanca dikutip laman merdeka.com.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:negara Islamold migratesekuler
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Umat Islam Harus Mengawal RUU Keormasan di DPR RI
Tulisan selanjutnya Di Luar Jawa, Pertumbuhan Perbankan Syariah di Sumut Tertinggi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bom di terowongan tewaskan tentara Israel
Berita

Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Berita
1 Juni 2026 15:00
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?