Hidayatullah.com–Dirjen Bimas Islam Depag, Prof Dr Nasaruddin Umar, menegaskan, label teroris sangat berbahaya. “Orang yang disebut teroris, sama halnya membunuh karakter orang tersebut,” ujar Nasarudin usai menghadiri seminar “Tinjauan Kritis Terorisme” di Jakarta, Selasa (26/10).
Terlebih, label tersebut disematkan kepada satu golongan tertentu, bisa sangat merugikan. Sebab, ketika dia diberitakan teroris, otomatis masyarakat akan mengecapnya sebagai teroris.
Lebih jauh, Nasarudin mengatakan, agama sengaja dijadikan sebagai tameng gerakan terorisme. Sebab, hal itu sangat ampuh untuk menyulut emosi golongan mereka. “Agama dijadikan bingkai tujuan khusus mereka” katanya.
Terorisme, ujar Nasarudin, disebabkan karena faktor kekecewaan dari dalam diri mereka. Kekecewaan tersebut disebabkan karena banyak faktor. Bisa karena faktor ekonomi, politik, rumah tangga, atau bahkan perilaku ulama yang mereka anggap sudah tidak sesuai lagi.
“Jadi, jangan selalu menyalahkan Al-Qaedah,” tegasnya. Tidak hanya Al-Qaedah, menurut Nasarudin, kelompok Islam yang dianggap radikal juga belum tentu teroris. “Jadi kelompok radikal belum tentu teroris,” imbuhnya. [ain/ans/hidayatullah.com]