Hidayatullah.com– Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan apresiasi kepada para pengasuh pondok pesantren dan madrasah yang terus berkontribisi dalam pengembangan pendidikan Islam di Indonesia.
Menurutnya, kualitas mutu dan sarana pendidikan Islam terus mengalami perbaikan.
“Alhamdulillah dari waktu ke waktu terus berkembang. Sekarang, semangat masyarakat luar biasa dalam mengembangkan pendidikan keislaman,” sebut Menag saat memberikan sambutan pada Haflatul Wada & Pelepasan Santri Akhir Angkatan 17 tahun 2019 Pondok Pesantren Qotrun Nada, Cipayung Jaya, Depok, Jawa Barat, Ahad (14/04/2019).
“Kalau dulu madrasah menjadi pilihan terakhir, sekarang madrasah memiliki citranya tersendiri. Bahkan jadi pilihan pertama orangtua kita,” lanjut Menag.
Capaian itu, kata Menag, selain karena prestasi para siswa madrasah dan santri pesantren yang bisa menyaingi sekolah, juga karena sarana dan prasarananya mengalami pertumbuhan luar biasa.
Menag mengenang, bagaimana kondisi madrasah pada akhir tahun 70-an; lantainya masih tanah (belum tegel), genteng suka bocor, dinding gedeg, papan tulis dari bahan seadanya. “Kini madrasah dan pesantren berkembang pesat,” tuturnya kutip laman resmi Kemenag.
Menag menegaskan, perkembangan pendidikan Islam adalah buah dari kerja keras orangtua dan guru masa lalu. Mereka istiqamah menjadikan pendidikan sebagai ruang strategis meningkatkan kualitas kehidupan keagamaan masyarakat. Capaian ini disebut juga tidak terlepas dari komitmen pemerintah untuk terus mengembangkan lembaga pendidikan keagamaan.
Mengenai RUU tentang pesantren yang sedang dibahas pemerintah bersama DPR, Menag menilai, UU itu diperlukan dalam rangka menjaga dan mengoptimalkan peran pesantren dalam meningkatkan kualitas kehidupan keagamaan di Indonesia.*