Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Umat Islam Berperan Penting Teguhkan Pancasila

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 8 Oktober 2015 18:13 6:13 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 8 Oktober 2015 18:12
Bagikan
Wakil Ketua MPR RI,Mahyudin (berbaju batik) saat menerima audiensi tamu di kantornya, Jakarta.
Bagikan

Hidayatullah.com – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Mahyudin, mengatakan umat Islam memiliki peran sangat strategis meneguhkan nilai luhur Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Founding father kita khususnya tokoh Islam memahami Pancasila merupakan alat pemersatu bangsa. Makanya ketika itu yang dikeluarkan adalah Piagam Jakarta yang berisi Ketuhanan yang Maha Esa. Inilah modal persatuan Indonesia,” kata Mahyudin di kantornya, kawasan Senayan, Jakarta Pusat belum.

Ditegaskan dia, Islam adalah rahmatan lil alamin yang berarti agama yang mengantar kepada kebahagiaan dan kasih sayang. Hal ini kata Mahyudin seturut dengan konsep demokrasi yang tertuang dalam Piagam Madinah yang memberikan keleluasaan bagi pemeluk agama lain untuk hidup berdampingan damai dan bermartabat.

“Dengan Piagam Madinah orang Nasrani diayomi, Yahudi hidup damai, dan Islam sebagai leader. Pancasila di Indonesia pendekatannya ke situ,” kata Mahyudin.

Mahyudin mengatakan bangsa Indonesia adalah entitas sosial yang dikenal sebagai masyarakat beradab, santun, toleran dan memiliki solidaritas tinggi. Budaya itu kemudian menjerembab ke dalam sanubari setiap warga sehingga menjadi kultur yang mengedepankan prasangka baik.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Kalau kita berprasangka baik, maka insya Allah kita akan hidup damai. Karena disebutkan, keadaan seorang hamba itu berdasarkan persangkaannya. Kalau dia dengki dan prasangka buruk, dia tidak damai hidupnya,” kata Mahyudin seraya mengutip sebuah hadits qudsi.

Namun disayangkan Mahyudin, kurikulum pendidikan kita lebih cenderung copy paste Barat saja ketimbang mengambil dari semangat falsafah Pancasila. Hal itu terjadi, jelas dia, bisa jadi karena mungkin di luar sana diliat lebih maju.

Kenapa kita tidak mengangkat kearifan lokal yang lebih besar dan kita butuhkan padaal kita punya Pancasila. Makanya di negara-negara sekuer tidak ada menteri agama.

“Agama menurut mereka adalah wilayah private yang tidak ada urusan dengan negara. Kalau Indonesia harus semua punya agama,” kata Mahyudin.

Karenannya, menurut Mahyudin, Pancasila harus diajarkan sejak dini agar warga negara berideologi kuat untuk membangun Indonesia dan tidak malah mengangung-agungkan barat.

“Setidaknya anak-anak usia dini kita mulai diajarkan pentingnya budaya antri dan disiplin yang juga melekat kuat dalam ajaran Islam,” katanya.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ajaran PancasilaIslam vs PancasilapancasilaPancasila bukanlah agama
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pasca Serangan Rusia, Suriah Umumkan Serangan Secara Meluas
Tulisan selanjutnya Menteri Perdagangan Sebut Banyak Aturan Perizinan yang Menyulitkan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Berita
17 Juli 2026 14:04
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?