Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

RI-AS Gelar Diskusi Agama di Markas PBB

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 2 Desember 2010 09:14
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pemerintah Indonesia bekerja sama dengan pemerintah Amerika Serikat untuk pertama kali menggelar dialog antaragama pada tingkat multilateral di gedung Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa, New York, Rabu (1/12).

Enam pemimpin agama dari Indonesia dan Amerika ambil bagian dalam dialog tersebut sebagai pembicara.

Pembicara dari Indonesia Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Din Syamsuddin, Sekretaris Jenderal Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Prof Philip Wijaya, dan Ketua Umum Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Martinus Situmorang.

Sedangkan dari AS adalah Archbishop Francis Chullikatt dari Apostolic Nuncio, pengamat tetap “the Holy See untuk PBB, pendeta Michael Livingstone dari National Council of the Churches of Christ di AS, dan Presiden “Islamic Society of North America”, Imam Mohamed Magid Ali,

Diskusi antaragama yang berlangsung di Conference Room-6 Markas PBB itu dibuka secara resmi oleh Wakil Tetap RI untuk PBB, Duta Besar Hasan Kleib dan Wakil Tetap AS untuk PBB, Duta Besar Susan E. Rice.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Para tokoh agama dari berbagai negara serta kalangan diplomat PBB, termasuk duta besar dari Irak, Vietnam, Maladewa dan Kuasa Usaha ad interim Kamboja, menghadiri dialog tersebut.

Duta Besar Rice membuka acara diskusi dengan mengajak semua hadirin untuk menundukkan kepala sejenak, memanjatkan doa bagi para korban bencana alam tsunami di Kepulauan Mentawai dan letusan Gunung Merapi di Jawa Tengah baru-baru ini.

Ia menyebutkan dialog tersebut merupakan upaya tindak lanjut dari pidato Presiden Barack Obama tahun lalu kepada dunia Muslim di Kairo, Mesir, serta kelanjutan dari dialog antaragama pertama yang diselenggarakan Indonesia dan AS pada Januari lalu di Jakarta.

Diharapkan, dialog yang digelar di PBB dapat menjadi ajang saling belajar antarpara penganut agama berbagai negara dalam membantu masyarakat masing-masing menghadapi berbagai tantangan bersama, yaitu mengentaskan kemiskinan, mengatasi perubahan iklim, memperkuat pemerintahan yang bersih, serta memajukan pendidikan.

Dalam sambutannya, Dubes Hasan Kleib menyampaikan bahwa Indonesia adalah bangsa yang sangat percaya terhadap kekuatan dialog antaragama dalam menciptakan kehidupan bermasyarakat yang harmonis.

Ia juga memberikan berbagai ilustrasi tentang bagaimana kehidupan harmonis berjalan, antara lain dengan adanya bangunan tempat-tempat ibadah berlainan agama yang berdampingan satu-sama lain.

Ia memberi contoh Masjid Istiqlal di Jakarta — yang dikunjungi Presiden Obama dalam lawatannya pada awal November lalu, berada berseberangan dengan bangunan Kathedral.

“Dan para penganut kedua agama itu memarkir kendaraan mereka di lokasi yang sama,” kata Hasan kepada peserta diskusi.

Sementara itu ketika menjawab pertanyaan ANTARA usai pertemuan, Hasan membenarkan bahwa Indonesia mendapat apresiasi dari berbagai pihak karena dapat bekerja sama dengan pemerintah AS menggelar dialog antaragama di tingkat multilateral untuk yang pertama kali.

Bagi Hasan, antusiasme pemerintah AS untuk bekerja sama dengan Indonesia itu menunjukkan tingkat kenyamanan di tengah berbagai perbedaan kedua negara.

“Ini juga refleksi dari pengakuan Amerika Serikat terhadap tingginya toleransi dan harmoni agama di Indonesia sehingga AS yakin bahwa kerja sama dengan Indonesia akan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak,” ujarnya.

Kehadiran enam pemuka agama dari Indonesia dan AS di PBB itu, ujarnya, ditujukan sebagai ajang berbagi pengalaman di antara penganut agama-agama dalam memajukan toleransi antaragama serta membantu masyarakat masing-masing dalam menghadapi berbagai tantangan bersama.

Setelah menggelar dialog, Perwakilan Tetap RI di New York pada malam harinya menggelar resepsi dengan mengundang wakil tetap dan duta besar negara-negara anggota PBB serta para tokoh berbagai agama dari berbagai negara.

Kehadiran ketiga pemimpin agama dari Indonesia di PBB itu merupakan bagian dari lawatan mereka ke Amerika Serikat untuk menghadiri “The United States-Indonesia Interfaith Cooperation Forum” di Washington DC.

Forum tersebut merupakan kelanjutan dari pertemuan serupa yang telah digelar pada 25-29 Januari lalu di Jakarta. [ant/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Survei Warga Jakarta Intoleran Dinilai Tidak Objektif
Tulisan selanjutnya Haniya: Hamas Akan Terima Referendum Perjanjian Perdamaian

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Berita
31 Mei 2026 04:41
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?