Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

HTI: DPR Jadi Alat Legitimasi Intervensi Asing

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 22 Desember 2010 06:24
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Muhammad Ismail Yusanto, berpendapat Dewan Perwakilan Rakyat telah menjadi alat legitimasi intervensi asing dengan keluarnya peraturan perundang-undangan yang merugikan rakyat.

“DPR telah mengesahkan UU Kelistrikan yang jelas merugikan rakyat,” kata Ismail usai “Refleksi Akhir Tahun 2010” yang digelar HTI, di Jakarta, Selasa (21/12).

Tak hanya itu, intervensi asing, khususnya Amerika Serikat terhadap Indonesia juga terungkap dalam situs Wikileaks. Bahkan, AS akan semakin kuat mencengkeram bangsa Indonesia setelah naskah Kemitraan Komprehensif ditandatangani.

Permasalahan lainnya yang terjadi pada 2010, kata dia, adanya kasus IPO Krakatau Steel dan skandal Bank Century mengindikasikan adanya korupsi negara atau “state corruption” melalui perubahan-perubahan kebijakan dan peraturan.

“Segala usaha memberantas korupsi tidak ada artinya, jika yang terlibat pejabat negara sendiri. Korupsi di Indonesia menunjukkan tendensi yang semakin sistemik, bukan lagi satu atau dua orang, tapi banyak orang secara bersama, seperti kasus Gayus Tambunan,” kata Ismail.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Ia mengatakan, korupsi negara juga diindikasikan oleh makin banyaknya kebijakan ekonomi liberal yang dilakukan oleh pemerintah, antara lain kenaikan tarif dasar listrik dan pembatasan subsidi bahan bakar minyak (BBM).

Menurut dia, rencana pembatasan BBM merupakan usaha pemerintah untuk menuntaskan liberalisasi sektor migas, seperti yang digariskan oleh IMF.

“Kebijakan ini akan membuat perusahaan asing leluasa bermain di sektor hulu dan hilir dan SPBU asing akan mengeruk keuntungan besar,” katanya.

Tak hanya itu, liberalisasi juga merasuki dunia politik, dimana DPR yang seharusnya merupakan wakil rakyat, kini justru menjadi alat legitimasi intervensi asing.

Isu teroris dan konflik umat serta aliran sesat masih terus terjadi pada 2010 ini.

Untuk mengatasi permasalahan itu, lanjut Ismail, pemerintah harus meninggalkan sistem yang kapitalis dan sekular dengan kembali pada syariat Islam.

“Sistem demokrasi yang ada saat ini, ternyata malah merugikan rakyat. Indonesia harus kembali pada syariat Islam dan mencari pemimpin yang amanah,” tutur Ismail. [ant/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pengamat: Sistem Pendidikan Buruk Picu Korupsi
Tulisan selanjutnya Hijrah dan Menata Ulang Peradaban Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi

Berita
21 Juli 2026 19:08
AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Terbaru

  • Belanda Resmi Larang Impor dari Permukiman Ilegal ‘Israel’ Mulai September
  • MUI: KUII VIII Jadi Forum Dialog Umat dan Negara, Bahas Hukuman Mati Koruptor hingga Tata Kelola Tambang
  • ‘Israel’ Larang Masuk Siapa Pun yang Menyebutnya Negara Apartheid
  • MUI Akan Surati Presiden dan Kapolri Terkait Penangkapan Warga Negara Palestina
  • MUI Bersama 87 Organisasi Islam Sudah Siap Gelar KUII ke-VIII, Bahas Berbagai Isu Nasional dan Global
  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?