Hidayatullah.com – Langkah pria berompi oranye itu tertahan oleh ribuan orang yang membentuk kerumunan. Mereka mengelilingi area yang menjadi tujuannya.
Satu persatu mereka bergeser memberi jalan begitu melihat pria tersebut. Kartu identitas dengan logo palang merah yang dipakainya berayun pelan saat ia berjalan menembus kerumunan.
Sesampainya di tujuannya, ia meletakkan plastik tebal berwarna merah, hijau, putih dan hitam itu di tanah. Foto seseorang terlihat menempel di plastik tersebut. Di sampingnya puluhan plastik yang sama dengan foto berbeda berjejer rapi.
Hari itu, Kota Gaza melaksanakan pemakamanan massal 100 warga Palestina yang jenazahnya dievakuasi dari reruntuhan rumah dan bangunan yang hancur akibat serangan penjajah ‘Israel’.
Melansir Palestinian Information Center (PIC), ribuan orang memadati pemakaman massal di kawasan Al-Zaytun, Kota Gaza. Sekitar 70 dari jenazah tersebut adalah anak-anak; sebuah pemandangan yang memperlihatkan besarnya dampak kemanusiaan akibat perang ini terhadap Jalur Gaza.
Di antara para korban tewas tersebut terdapat 55 anggota keluarga Malaka, yang jenazahnya ditemukan di reruntuhan sebuah bangunan di kawasan Al-Zaytun. Para korban sebelumnya telah berlindung di bangunan tersebut sekitar dua tahun yang lalu.
Proses evakuasi jenazah para korban merupakan tugas yang sangat berat. Upaya evakuasi sangat terkendala oleh kerusakan yang luas serta kurangnya alat berat, sehingga menyebabkan jenazah korban tertimbun di bawah reruntuhan rumah selama berbulan-bulan.
Pemakaman massal ini berlangsung di tengah operasi pencarian dan evakuasi yang masih terus berjalan di berbagai wilayah Jalur Gaza untuk menemukan korban yang jenazahnya masih tertimbun di bawah reruntuhan bangunan.*




