Hidayatullah.com–Sikap kritis Ketua PP Muhammadiyah, Dr Din Syamsuddin terhadap pemerintah rupanya telah memanaskan telinga banyak orang. Sikap kritis Din, bahkan dinilai bertujuan memecah belah persatuan dan merongrong kewibawaan pemerintah.
Menariknya, sikap kritisnya terkait kontroversi pernyataan tokoh agama tentang kebohongan rezim SBY berujung pada penyerangan figur pribadi. Serangan di antaranya disuarakan kelompok yang menamakan diri Gerakan Anti Din Syamsuddin (Gadis).
Yang jelas, Gadis telah membentangkan spanduk untuk Din Syamsuddin, Selasa (18/1), di sejumlah area publik di Jakarta. Satu di antaranya terpasang di depan gedung DPR/MPR Jakarta.
Din yang turut dalam penyusunan pernyataan sikap yang berjudul kebohongan rezim SBY dituduh sebagai provokator yang berkedok tokoh agama.
Sebelumnya, serangan yang bersifat pribadi terhadap Din juga telah dilakukan politisi Partai Golkar yang juga Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad.
Menurut Fadel, dengan turut dalam penyusunan pernyataan sikap berjudul kebohongan rezim SBY, Din tidak layak disebut sebagai intelektual. Fadel bahkan menyebut Din Syamsuddin sebagai tokoh antagonis.
Semenjak hari Senin, Gerakan Anti Din Syamsuddin (Gadis) telah menggelar aksi pemasangan spanduk di 100 titik di Jakarta, di antaranya: Blok M, Senayan, Pancoran, Gatot Subroto, Sudirman, Slipi, Thamrin, Monas, Kebun Sirih, Harmoni, Gunung Sahari, Senin, Salemba, Matraman, Rawamangun, Cawang, Cililitan.
“Din Syamsuddin selalu saja menyebarkan fitnah, buruk sangka, serta selalu berupaya mencari-cari kesalahan pemerintah yang sedang menjalankan mandat dari rakyat,\” Demikian disampaikan Heru Purwoko, Kordinator Gerakan Anti Din Syamsuddin kepada Rakyat Merdeka Online, Senin, (17/1).
Spanduk-spanduk itu antara lain bertuliskan, “Din Syamsuddin Segeralah Bertaubat Kembali Ke Jalan yang benar”; “Kami Sudah Muak Dengan Povokasi Din Syamsuddin” dan “Din Provokator Berkedok Tokoh Agama/Intelektual”.
Sebagaimana diketahui, Ketua Umum PP Muhammadiyah ini merupakan satu tokoh agama yang juga ikut mendukung Gerakan Anti Kebohongan yang dicetuskan Tokoh Lintas Agama beberapa waktu lalu. Din Syamsuddin tidak sendiri dalam mengritik pemerintah. Para tokoh agama lain yang ikut terlibat dalam pengungkapan kebohongan pemerintah, antara lain, Bikkhu Pannyavaro Mahathera, Mgr Situmorang (KWI), Pendeta Andreas A Yewangoe (PGI), KH Shalahuddin Wahid dan Romo Magnis Suseno.[mtr/rm/kcm/hidayatullah.com]