Hidayatullah.com–Sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas peluncuran wajah baru hidayatullah.com, hari Jumat (21/1) siang, usai menjalankan jamaah Jumat, seluruh kru, staf karyawan dan pembaca setia situs kebanggan umat Islam ini mengadakan tasyakuran dan makan tumpeng bersama.
“Semoga dengan wajah baru ini, bisa memperbaharui niat dan semangat untuk berbuat lebih baik lagi,” ujar M Yunus, saat membuka acara.
Dalam pengantarnya, General Manager (GM) hidayatullah.com, Abdul Rochim mengatakan, sampai hari ini, usia situs dakwah ini telah mencapai hampir 15 tahun.
“Tidak terasa kita sudah berusia lima belas tahun, dari semenjak 1996,” ujarnya. Dengan pertambahan usia ini, ia berharap agar media ini semakin lebih matang dan lebih kuat dalam menghadapi berbagai tantangan.
Sementara, mantan Direktur Majalah Suara Hidayatullah, Haryono Madari dalam ceramah singkatnya mengatakan, “Beberapa ‘krikil’ yang terjadi, kata Hari, bukti bahwa media ini diperhatikan banyak kalangan.
Karenanya, Haryono yang juga Direktur Percetakan Lentera Jaya Madina ini menegaskan, jurnalisme adalah perjuangan bilqalam. Selayaknya perjuangan, pasti akan banyak menuai aral melintang. Karena itu, niatnya harus lebih ditingkatkan lagi.
Acara kemudian ditutup doa oleh Ustad Maryadi, dai dari Baitul Maal Hidayatullah (BMH). Sebelum memimpin doa, jebolan Universitas Sunan Giri ini berkata, dalam Islam ada beberapa sumber hukum, di antaranya al-Qur’an, sunnah, ijma’ dan qiyas.
“Nah, hidayatullah.com ini bisa jadi sumber selanjutnya setelah qiyas. Tapi ini guyonan, lho, jangan serius,” katanya. Tak pelak, seluruh yang hadir tak bisa menahan tawa.
Sebagai seorang ustad yang sering mengisi acara dari kampung ke kampung, jebolan salah satu pondok pesantren NU di Situbondo ini mengaku sering mencari bahan ceramah dari situs ini. “Saya juga sering buka situs ini kalau mau ceramah,” kata Maryadi.
Usai acara doa tumpeng langsung diserbu undangan yang hadir. Ayam goreng, bandeng goreng, sayur lodeh nangka dan tempe menjadi menu yang jadi rebutan. Hanya dalam hitungan menit, tumpeng sudah tak tersisa. Alhamdulillah, semoga barakah.
Pembaca tak ada yang bisa kami ucapkan, selain doa dan rasa syukur. Kesetian dan doa Anda semua akan lebih menguatkan dan mengawal kami dalam menapaki jalan dakwah yang jauh lebih berat di masa depan. *