Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

BMOIWI: Krisis Multidimensi Terkait Erat Gagalnya Peran Keluarga

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 4 Juni 2020 10:04 10:04 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 Juni 2020 10:04
Bagikan
Presidium BMOIWI Sabriati Aziz dalam Rapat Pleno ke-50 Wantim MUI di Kantor MUI, Jakarta, Rabu (19/02/2020).
Bagikan

Hidayatullah.com– Aktivis Muslimah Dr Sabriati Aziz dalam rapat pleno MUI ke-60 mengatakan bahwa saat ini di Indonesia sedang terjadi banyaknya krisis yang bersifat multidimensi dan ada di segala aspek kehidupan.

Presidium Badan Musyawarah Organisasi Islam Wanita Indonesia (BMOIWI) ini menjelaskan bahwa adanya hubungan yang erat tentang krisis multidimensi itu dengan peran keluarga yang gagal.

“Saat ini kita krisis dalam multidimensi, baik krisis kepemimpinan, dan krisis banyak hal bahkan hingga krisis ekonomi. Jika kita tarik asal muasal, maka ada yang bermasalah dari keluarga. Itu yang menjadi catatan kami,” jelasnya dalam rapat pleno MUI ke-60 yang dilaksanakan via aplikasi zoom, Rabu (03/06/2020).

Sabriati menjelaskan, setidaknya ada tiga hal yang ia anggap mengapa keluarga erat kaitannya dengan krisis yang sedang terjadi di Indonesia ini.

Yang pertama, lemahnya pembelajaran atau penanaman aqidah terhadap anak di lingkungan keluarga. Ia menjelaskan bagaimana anak-anak tidak mendapatkan pembelajaran bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah Subhanahu Wata’ala.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Keluarga belum mampu menanamkan aqidah yang kuat, bagaimana contohnya menanamkan kepada anak kita sejak kecil, ketika ada hal yang mereka hadapi, kenapa tidak tarik siapa di balik semua itu, tentunya ada Allah. Entah saat mereka mendapat rezeki ataupun musibah,” ucap Sabriati.

Sehingga pada akhirnya, anak-anak yang lemah aqidahnya dinilai nanti akan sangat muda tergoda oleh berbagai kesesatan.

Sabriati juga menyebutkan lemahnya sistem pola pengasuhan orang tua. Dengan kesibukan kedua orang tua untuk bekerja, membuat anak merasa kurang diawasi, sehingga meningkatnya data-data mengenai kenakalan remaja sampai kriminalitas remaja.

“Lemahnya pola asuh, ayah-ibu sibuk bekerja, akhirnya masuk pada data-data yang tinggi anak-anak mengakses video porno, angka penggunanya narkoba. Hal ini jika ditarik kesimpulan maka akan didapat dengan kurangnya pola pengasuhan,” sebutnya.

Sabriati pun menyoroti bagaimana teknologi sangat berpengaruh terhadap pola kembang anak di dalam keluarga. Menurutnya, pada era sekarang, semua orang dari berbagai usia dapat dengan mudah mengakses teknologi. Tentunya tanpa didasari pemahaman yang baik oleh anak dan juga abainya pengawasan orang tua terhadap penggunaan teknologi anak, maka bisa dipastikan anak bisa saja rusak oleh teknologi.

“Jika semua kita bisa akses teknologi secara bebas, tanpa pengawasan orang tua dan tanpa dasar pemahaman aqidah yang benar, tentunya bisa merusak mereka,” ujarnya.

Selain hal-hal itu, Sabriati mengatakan ada juga gerakan ideologi yang besar untuk merusak tatanan keluarga Indonesia.

Ia menyoroti bagaimana UU No 1 Tahun 1974 terkait UU pernikahan yang menyebutkan keluarga adalah terdiri dari laki laki dan perempuan sedang berusaha dihapuskan.

“Kita melihat bahwa secara sistematik keluarga Indonesia sedang dipantau dan sedang diubah tatanannya,” ucapnya.

“Lalu pada RUU yang kita tawarkan untuk menguatkan UU No 1/1974, sangat ditantang bahwa keluarga itu terdiri dari laki-laki dan perempuan, sangat ditantang dari mereka yang berpikir bahwa pernikahan juga bisa sesama jenis (homoseksual, red)”, ujarnya.

Tentunya, Sabriati mengatakan, di masa lalu mereka penganut ideologi seks sesama jenis ini pernah berhasil menggolkan ketukan palu dari pemerintah di negara lain untuk menyetujui pemahaman mereka. Fenomena ini dinilai bisa saja juga terjadi di Indonesia.

“Tentunya kita melihat di beberapa negara, perjuangan mereka menjadi tantangan besar bagi kita untuk menjaga tatanan keluarga di Indonesia,” ujarnya.* Abdul Mansur J

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BMOIWIKeluargakrisislgbtSabriati AzizUU Perkawinan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MUI Jabar Nilai Shalat Jumat Dua Sesi Tidak Sah
Tulisan selanjutnya Wara’ dalam Kisah Para Salaf

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?