Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

PBNU: Laporan Tahunan Kehidupan Umat Beragama Tidak Berimbang

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 2 Februari 2011 09:02
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Slamet Effendi Yusuf, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), menilai beberapa laporan tahunan tentang Kehidupan Beragama di Indonesia yang dikeluarkan oleh berbagai lembaga penelitian tidak berimbang.

“Laporan-laporan itu isinya nyaris sama. Sama-sama menyudutkan Islam. Seperi copy paste,” kata Slamet usai menjadi narasumber penyeimbang pada launching dan diskusi Laporan Kehidupan Beragama di Indonesia 2010 yang diselenggarakan oleh Center for Religious and Cross-cultural Studies (CRCS) Universitas Gadjah Mada (UGM) di Gedung UGM Jakarta, Selasa (1/2).

Slamet mencontohkan laporan yang dirilis CRCS UGM ini. Dari sekian kasus seputar polemik rumah ibadah, tak satu pun CRCS UGM menampilkan data penolakan masjid oleh umat Kristen. Dari rekaman polemik rumah ibadah yang terjadi sepanjang tahun 2010 hampir seluruh data tabel laporan CRCS UGM menampilkan penolakan gereja oleh umat Islam.

”Padahal dibanyak daerah, seperti di Manokwari dan Kupang ada banyak masjid yang ditolak oleh umat Kristen,” jelas Slamet.

Dengan data ini, tambah Slamet, seolah-olah kasus penolakan rumah ibadah hanya dilakukan oleh kelompok muslim saja. Slamet khawatir bila nantinya opini yang terbentuk di tengah masyarakat bahwa kelompok A sering melakukan kekerasan kepada kelompok B. Sementara kekerasan yang dilakukan kelompok B kepada kelompok A tak pernah dijadikan obyek penelitian.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Slamet menyesalkan mengapa lembaga ilmiah yang menasional sekelas UGM melakukan penelitian yang tidak obyektif. Apalagi, jelasnya, sumber penelitian lebih banyak dari media massa.

”Saya melihat laporannya hanya dari membaca koran (media massa). Padahal seharusnya tidak boleh terpengaruh publik opini,” jelas Slamet.

Kedepan, Slamet meminta CRCS UGM untuk melakukan penelitian terhadap kasus-kasus penolakan masjid di berbagai daerah yang tak terpublikasi media. ”Saya banyak laporan dari pengurus NU di daerah tentang penolakan masjid. Namun, mereka berpesan agar kasus disikapi dengan bijaksana,” tandasnya.

Kritikan-kritikan Slamet ini disampaikan kepada kepada peserta diskusi yang terdiri dari tokoh lintas agama.

Sementara itu, menanggapi kritikan Slamet, Direktur CRCS UGM, Zainal Abidin Bagir, mengaku bahwa laporan yang dikeluarkan oleh lembaganya masih terdapat banyak kekurangan.

”Kami mengakui ketidaklengkapan data,” kata Zainal.

Sebelumnya, LSM SETARA Institute juga telah merilis hasil laporan yang sama. Dalam laporannya, SETARA menuduh ormas-ormas Islam yang dinilai tidak ramah terhadap kerukunan umat beragama. Yang mereka maksud adalah; Front Pembela Islam (FPI), Front Anti Pemurtadan Bekasi (FAPB), Forum Umat Islam (FUI), FUI (Forum Ukhuwah Islamiyah) Cirebon, Tholiban, DDII (Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia), dan Gerakan Reformasi Islam (Garis). *

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ketika Lokalisasi Bangunsari Mulai Sepi
Tulisan selanjutnya Mengaku Tuhan, Seorang Pria Digantung di Iran

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Berita
17 Juli 2026 15:23
Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah

Terbaru

  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?