Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

4 Astronom Indonesia Diabadikan Jadi Nama Asteroid

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 28 Februari 2011 10:41
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Dunia mengakui kiprah astronom Indonesia. Empat nama warganegara Indonesia yang kesemuanya adalah astronom, diabadikan menjadi nama asteroid jenis Trojan. Keempat astronom yang semuanya merupakan mantan Kepala Observatorium Bosscha ini mendapat penghargaan berupa pengabadian nama dari International Astronomical Union atau IAU.

Keempat mantan Kepala Observatorium Bosscha yang namanya diabadikan menjadi nama asteroid adalah Bambang Hidayat dengan nama asteroid Hidayat, Moedji Raharto dengan nama asteroid Raharto, kemudian Dhani Herdiwijaya dengan nama asteroid Dhani, dan Taufiq Hidayat dengan nama asteroid Taufiq.

Sebelum menggunakan nama keempat astronom Indonesia, asteroid jenis Trojan yang ditemukan pada 16 Oktober 1977 tersebut hanya dinamai dengan nomor saja, yakni dari urutan 12176 hingga 12179.

Penamaan asteroid dengan nama astronom Indonesia merupakan yang pertama, meskipun sebelumnya nama-nama tempat di Indonesia juga pernah diabadikan menjadi nama asteroid. Pemberian nama asteroid dari astronom Indonesia ini dilakukan oleh badan resmi astronomi internasional yaitu International Astronomical Union atau IAU, pada November 2010, melalui sidang istimewa.

Salah satu astronom yang namanya diabadikan, Taufiq Hidayat mengungkapkan, pengusulan nama asteroid tersebut bukan berasal dari Observatorium Bosscha atau pribadi, namun resmi dilakukan oleh IAU.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Taufiq Hidayat, mantan Kepala Observatorium Bosscha tahun 2006-2009 menjelaskan, “Memang ada suatu badan resmi di IAU yang punya kewenangan untuk memberikan nama-nama benda-benda langit itu. Ini suatu penghormatan kepada Observatorium Bosscha, berkat aktivitas astronominya yang secara konsisten dilakukan selama lebih dari 85 tahun”.

Sebelumnya, IAU selalu menjadikan nama tempat atau penemu asteroid sebagai nama asteroid. Kali ini IAU meluaskan teknik penamaan asteroid, dan keempat astronom Indonesia termasuk ke dalamnya, meskipun mereka tidak ada hubungannya dengan penemu asteroid tersebut.

Empat astronom Indonesia mendapat kehormatan menjadi nama dari ribuan asteroid dari nomor 12176-12179, masing-masing: Bambang Hidayat, Moedji Raharto, Dhani Herdiwijaya dan Taufiq Hidayat.

Penamaan asteroid dengan nama empat astronom Indonesia merupakan penghargaan dan pengakuan dunia internasional terhadap kiprah astronomi Indonesia di tingkat internasional. Bahkan, di kawasan Asia Tenggara, astronomi Indonesia merupakan yang paling unggul.

Moedji Raharto misalnya. Mantan Kepala Observatorium Bosscha tahun 2000 hingga 2003 ini berkiprah dalam bidang struktur galaksi dengan tiga negara lainnya, sehingga namanya diabadikan menjadi nama asteroid Raharto.

Moedji Raharto, mantan Kepala Observatorium Bosscha tahun 2000-2003 mengatakan, “Saya bekerja yang utama itu di bidang struktur galaksi. Saya bekerja dengan teropong Smicht yang ada di Observatorium Bosscha, kemudian saya memproduksi suatu katalog Dua Ribu Bintang dari teropong Bosscha dengan bantuan teman-teman di Jepang”.

Selain Moedji Raharto, Taufiq Hidayat dikenal untuk pekerjaannya dalam bidang Tata Surya dan transit Extrasolar serta aktif menentang efek urbanisasi di sekeliling Observatorium Bosscha.

Sedangkan dua astronom lainnya yaitu Bambang Hidayat dikenal sebagai promotor astronomi Indonesia yang dikenal dalam pekerjaannya di bidang bintang ganda tampak. Serta Dhani Herdiwijaya yang dikenal dengan pekerjaannya dalam hal bintang ganda, aktivitas magnetik matahari dan kaitannya dengan cuaca dan iklim.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Penerbit Suara Agung Tarik al-Quran “Bermasalah”
Tulisan selanjutnya “Kalau Bukan karena Allah, Saya Sudah Gila”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Berita
4 Juni 2026 21:20
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?